Molineux bersinar terang di Jumat malam yang panas. Ribuan suporter Wolverhampton Wanderers memadati stadion kebanggaan mereka, mengenakan atribut emas, dan siap menyambut era baru setelah musim lalu yang kelam. Spanduk bertuliskan 'Out of darkness cometh light' membentang di tribun selatan, menjadi simbol harapan yang ingin diusung Wolves di musim 2026-27 ini.
Namun, kenyataan pahit langsung menghantam. Di laga perdana Championship melawan Blackburn Rovers, Wolves harus puas bermain imbang 2-2. Padahal, mereka sempat unggul lebih dulu. Tim asuhan Cesar Peixoto itu seperti belum siap menghadapi kerasnya kompetisi kasta kedua Inggris. Blackburn, yang dilatih Tony Mowbray, tampil solid dan nyaris membawa pulang tiga poin penuh.
Dua gol Blackburn menjadi alarm bagi lini pertahanan Wolves. Keduanya lahir dari skema yang sama: umpan silang ke kotak penalti yang disambut satu sentuhan pemain lawan. Sean McLoughlin menyamakan kedudukan dengan sundulan terarah, lalu Andri Gudjohnsen membalikkan keadaan setelah memanfaatkan umpan tarik Oladapo Afolayan. Pola yang berulang ini jelas akan menjadi incaran lawan-lawan Wolves selanjutnya.
Peixoto, pelatih asal Portugal yang baru pertama kali bekerja di luar negeri, mengakui timnya kurang beruntung. Namun, ia juga menyadari ada pekerjaan rumah besar di lini belakang. “Kami ingin menang, tapi hasil ini tetap kami terima,” ujarnya usai laga. Meski begitu, ia menilai para pemain sudah menunjukkan semangat juang yang luar biasa.
Keselamatan Wolves datang dari sosok yang tak asing di Molineux. Raul Jimenez, striker Meksiko yang baru kembali ke klub setelah kontraknya di Fulham habis, masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Penonton langsung bergemuruh. Jimenez, yang kini berusia 35 tahun, memang punya tempat spesial di hati fans The Wanderers.
Benar saja, di menit-menit akhir injury time, Jimenez menjadi pahlawan. Ia sukses mengeksekusi penalti setelah Ryan Alebiosu dinilai handball di kotak terlarang. Meski Blackburn protes keras, keputusan wasit tetap berlaku. Jimenez, dengan tenang, mengalahkan kiper lawan dan memicu euforia di seluruh tribun. Gol itu menjadi penyeimbang dan menyelamatkan Wolves dari kekalahan perdana.
Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi Wolves. Mereka harus segera berbenah, terutama dalam menghadapi bola-bola mati dan umpan silang. Persaingan di Championship sangat ketat, dan jika ingin segera kembali ke Premier League, Wolves tak boleh banyak kehilangan poin. Namun, dengan kualitas pemain seperti Jimenez dan dukungan penuh dari suporter, harapan itu masih sangat terbuka.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang