Stadion Elland Road atau justru Stadium of Light yang menjadi saksi bisu betapa Chelsea saat ini masih mencari bentuk permainan terbaik mereka. Kekalahan tipis 0-1 dari Sunderland memperpanjang catatan minor skuad asuhan Xabi Alonso, yang kini mulai dianggap mewarisi julukan "Tinkerman" akibat kebiasaannya terus-menerus merombak formasi serta susunan pemain.

Dalam lawatan tersebut, The Blues turun dengan formasi tiga gelandang untuk pertama kalinya musim ini. Namun, absennya penyerang murni membuat lini depan kembali tumpul, memaksa Pedro Neto berjuang sendirian di jantung pertahanan lawan. Sebaliknya, tuan rumah Sunderland tampil lebih efektif memanfaatkan celah lewat fisik tangguh Brian Brobbey yang sukses memaksa Levi Colwill melakukan pelanggaran di kotak terlarang pada menit ke-36.

Eksekusi penalti matang dari Enzo le Fee memastikan tiga angka penuh diamankan oleh tim tuan rumah. Situasi kian memanas setelah keputusan kontroversial wasit yang menganulir klaim penalti Cole Palmer lantaran pelanggaran dianggap terjadi di luar garis kotak penalti. Alonso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya di pinggir lapangan, meski ia memilih untuk tidak menyerang keputusan pengadil pertandingan dan justru menyoroti rapuhnya lini pertahanan timnya.

Badai cedera yang menerpa pemain kunci seperti Reece James, Joao Pedro, hingga kiper Emiliano Martinez memang turut andil membatasi pilihan taktik sang juru taktik. Meski demikian, inkonsistensi performa membuat para suporter mulai resah, terutama melihat minimnya menit bermain bagi talenta muda seperti Estevao Willian. Catatan lima kemenangan dan empat kekalahan di Premier League membuktikan bahwa ambisi membuat Chelsea tampil 'tidak terprediksi' justru menjadi bumerang bagi kestabilan tim.

Meski masih bertengger di papan atas klasemen sementara dan berjuang demi tiket kompetisi Eropa, Alonso masih punya PR besar. Tekanan di Stamford Bridge menuntut jawaban nyata agar identitas permainan The Blues segera terbentuk sebelum paruh musim benar-benar berjalan di luar kendali.