Persaingan memperebutkan Ballon d'Or tahun ini mendadak terasa jauh lebih membara dari biasanya. Dua bintang utama La Liga, Lamine Yamal dari Barcelona dan Kylian Mbappe di kubu Real Madrid, saling sikut untuk mengamankan suara. Periode penilaian kali ini mencakup aksi luar biasa dari awal Agustus hingga partai puncak Piala Dunia, menyajikan salah satu perlombaan paling terbuka dalam dua dekade terakhir.

Dilansir dari ESPN FC, kedua pemain tampil di hampir jumlah laga yang setara selama periode tersebut. Mbappe mencatat 60 penampilan, sementara Yamal turun di 57 pertandingan. Perbedaan narasi di antara keduanya sangat jelas: ketajaman individu yang brutal melawan trofi juara yang gemilang.

Mbappe tampil beringas dalam urusan menjebol gawang lawan dengan torehan 58 gol dari 60 laga serta menyumbang 13 assist. Sayangnya, ketajaman penyerang asal Prancis itu gagal mendongkrak Real Madrid maupun negaranya untuk meraih gelar mayor untuk musim kedua secara beruntun. Di sisi lain, Yamal mengombinasikan statistik ciamik dengan kesuksesan kolektif tim yang luar biasa.

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, wonderkid Blaugrana ini sukses mengantar Spanyol juara Piala Dunia, merengkuh titel La Liga ketiganya, serta mengangkat trofi Piala Super Spanyol. Secara total, Yamal membukukan 25 gol dan 20 assist dari 57 pertandingan, membuktikan bahwa kontribusinya tidak hanya berhenti pada angka-angka statistik di atas kertas.

Dalam hal kreativitas murni, Mbappe sebenarnya sedikit unggul lewat catatan 120 operan kunci berbanding 111 milik Yamal. Namun, kapasitas Yamal dalam menciptakan ketimpangan di sisi sayap lewat aksi dribelnya membuat lini pertahanan lawan kocar-kacir, dengan total 559 dribel yang menjadikannya yang terbanyak di Eropa.