Menjelang duel sengit di kompetisi Eropa, Yaya Toure datang dengan ambisi besar dan keyakinan tinggi. Pelatih Slovan Bratislava itu dengan tegas menyatakan bahwa timnya bertandang ke markas AS Roma bukan sekadar untuk bertahan, melainkan memburu kemenangan penuh di Stadio Olimpico. Di sisi lain, mantan gelandang Manchester City ini juga melontarkan pujian setinggi langit kepada Gian Piero Gasperini atas magis luar biasanya bersama Atalanta.

Perjalanan Toure sebagai juru taktik utama baru dimulai sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan pada bulan Juni lalu, usai sebelumnya mendampingi Roberto Mancini di Timnas Arab Saudi. Tantangan berat langsung tersaji di fase liga Champions League, di mana Slovan sempat menelan kekalahan telak 6-1 dari Paris Saint-Germain serta takluk 3-0 saat menjamu Stuttgart. Kendati demikian, pengalaman pahit tersebut dijadikan bahan bakar untuk berbenah dan menunjukkan mentalitas tanpa rasa takut di hadapan publik Italia.

Di kubu tuan rumah, Giallorossi harus tampil tanpa beberapa pilar penting seperti Paulo Dybala, Manu Kone, Bryan Cristante, hingga Mile Svilar. Pasukan ibu kota Italia itu sendiri saat ini baru mengantongi satu poin dari dua pertandingan awal, menyusul kekalahan dramatis 4-3 dari Real Madrid. Situasi compang-camping ini sama sekali tidak melunturkan kewaspadaan sang pelatih asal Pantai Gading tersebut terhadap ancaman nyata yang bisa dihadirkan sang lawan.

"Bagi saya ini sangat rumit, tapi saya ingin menjaga semuanya tetap sederhana," ujar Toure dalam sesi konferensi pers, seperti dilansir dari Football Italia. "Kami menghadapi tim yang sangat kuat. Mereka punya beberapa pemain yang absen, tapi mereka tetap berbahaya dan bisa menyakiti Anda kapan saja. Saya hanya fokus pada tim saya." Kenangan manis masa lalu turut menyelimuti duel ini, mengingat Sloเคย pernah menyingkirkan wakil Italia tersebut pada babak play-off Europa League tahun 2011 silam.

Dengan situasi klasemen yang menuntut kebangkitan cepat, malam nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kapasitas taktik sang pelatih debutan di panggung tertinggi Benua Biru. Slovan bertekad menampilkan performa terbaik demi menghapus luka lama sekaligus memberikan kebahagiaan bagi para pendukung setianya yang terus memberikan dukungan penuh di setiap laga.