Klub raksasa Serie A AC Milan secara tegas menyatakan dukungan penuh kepada para pendukung setianya yang melakukan aksi boikot. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap lonjakan harga tiket tandang yang dianggap tidak masuk akal dan memberatkan suporter di kompetisi domestik.

Gelombang protes ini bermula ketika para suporter memutuskan untuk absen pada laga tandang akhir pekan ini di markas Udinese. Tim tuan rumah menetapkan harga tiket sebesar €65 atau setara dengan sekitar Rp1,1 Juta, angka yang melonjak drastis lebih dari dua kali lipat dibanding harga rata-rata tiket tandang normal sebesar €30 atau sekitar Rp510 Ribu di stadion tersebut.

Dilansir dari ESPN FC, manajemen Rossoneri memahami betul rasa frustrasi yang melanda tribun pendukung mereka. Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan bahwa daya tarik sepak bola Italia sangat bergantung pada loyalitas suporter, sehingga pembebanan biaya berlebihan justru merusak keharmonisan antarklub di tengah upaya mengejar ketertinggalan dari Premier League.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, manajemen klub berencana untuk mendorong regulasi pembatasan harga tiket tandang di level liga. Namun, jika regulasi tersebut belum terwujud, mereka tidak segan mengambil tindakan balasan yang tegas terhadap klub-klub yang dianggap sengaja mencekik suporter tamu.

Kebijakan resiprokal atau timbal balik kini disiapkan di San Siro, di mana klub yang mematok harga mahal bagi suporter Milan akan mendapati pendukung mereka sendiri dikenai harga tiket serupa saat bertamu. Menariknya, seluruh pendapatan tambahan dari kebijakan ini nantinya akan disalurkan langsung melalui Fondazione Milan untuk program amal komunitas lokal.