Anan Khalaili akhirnya resmi berseragam Crystal Palace setelah gagal bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini. Agen pemain asal Israel itu, Boaz Goren, mengungkapkan bahwa Inter sebenarnya menjadi pilihan pertama kliennya, namun proses transfer harus kandas akibat aturan ketat kesehatan jantung di Italia.
Khalaili, pemain sayap kanan berusia 20 tahun, direkrut dari Union Saint-Gilloise dengan kontrak jangka panjang. Padahal, ia semakain dekat dengan Inter dan bahkan telah menjalani tes medis bersama agennya. Namun, hasil tes menunjukkan adanya masalah pada jantung saat uji stres, sehingga ia tidak mendapatkan sertifikat kesehatan dari CONI, badan olahraga Italia. Sertifikat ini wajib dimiliki semua atlet profesional yang ingin berkompetisi di Italia.
Aturan di Italia memang jauh lebih ketat dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Kasus serupa pernah dialami Christian Eriksen dan Edoardo Bove, yang tidak diizinkan bermain di Serie A dengan defibrillator internal, tetapi justru diizinkan tampil di Inggris bersama Brentford, Manchester United, dan Watford. Inilah yang membuat Khalaili tetap bisa bergabung dengan Crystal Palace, tetapi tidak dengan Inter.
Goren menceritakan momen ketika transfer tersebut gagal total. “Kami sedang duduk di kamar hotel, Anan di kamar sebelah, hanya dibatasi satu tembok. Saya pergi ke kamarnya dan memberitahu bahwa masalah ini sudah tidak bisa diperbaiki,” kenang Goren kepada radio Israel, seperti dilansir dari Football Italia. “Empat menit kemudian dia kembali ke kamar saya dan kami mulai tertawa. Mari kita tertawakan saja, kataku. Mari kita lanjutkan. Saya pernah mengalami situasi ekstrem seperti ini sebelumnya.”
Goren juga mengungkapkan bahwa di Inggris, dokter hanya butuh dua menit untuk memberikan lampu hijau ketika masalah jantung itu muncul. “Tentu saja dia tidak akan bermain di Italia sampai protokolnya berubah, tetapi di Inggris, para dokter tidak butuh lebih dari dua menit untuk memberikan izin ketika masalah itu muncul.”
Lebih lanjut, Goren menjelaskan bahwa Inter selalu menjadi pilihan pertama Khalaili pada musim panas ini, dengan Crystal Palace sebagai pilihan kedua yang kuat. “Semua tim top Eropa yang bermain dengan formasi 3-5-2 menginginkan Anan. Kami melakukan banyak pekerjaan internal dan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia. Inter selalu menjadi pilihan pertama karena mereka memainkan formasi itu, dan Crystal Palace berada di posisi kedua,” pungkasnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang