Stadion Giuseppe Sinigaglia mendadak bergemuruh ketika Nico Paz tampil kesurupan dan memberikan petaka besar bagi raksasa Inggris, Manchester United. Gelandang muda berbakat ini menjadi otak di balik kemenangan telak 4-1 yang dicatatkan Como pada matchday ketiga Liga Champions. Penampilan magisnya di lini tengah membuat lini pertahanan Setan Merah kocar-kacir sepanjang 90 menit pertandingan.

Kontribusi pemain berusia 22 tahun tersebut sungguh luar biasa lewat torehan dua gol serta satu assist manis yang memanjakan Anastasios Douvikas untuk menjebol gawang lawan. Darah sepak bola yang mengalir deras dari sang ayah, Pablo Paz, eks penggawa timnas Argentina di Piala Dunia 1998, tampaknya benar-benar menurun sempurna pada diri sang pemuda kelahiran Santa Cruz de Tenerife ini.

Perjalanan karier Paz sendiri menempa mentalitasnya hingga berada di titik tertinggi saat ini. Setelah sempat menimba ilmu di akademi Tenerife dan menembus tim muda Real Madrid, keputusan berani diambilnya ketika menerima pinangan Como pada tahun 2024 dengan mahar sekitar Rp102 Miliar. Siapa sangka, keputusan hijrah ke Italia ini justru menjadi batu loncatan paling krusial dalam karier profesionalnya.

Di bawah asuhan pelatih Fabregas, performa gelandang kaki kidal ini berkembang pesat hingga menjadi nyawa permainan I Lariani. Total sudah 77 penampilan dicatatkannya dengan sederet prestasi individu mentereng, mulai dari Pemain Terbaik U-23 Serie A hingga masuk dalam Team of the Year musim lalu.

Puncak dari kerja keras tersebut adalah keberhasilan membawa Como mencetak sejarah lolos ke Liga Champions untuk kali pertama. Tidak heran jika publik Argentina kini melihat sosoknya sebagai permata baru yang diproyeksikan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Lionel Messi di level internasional.