Stadion Pierre Mauroy menjadi saksi bisu kekalahan pahit yang harus ditelan oleh Lille saat menjamu raksasa Turki, Galatasaray, pada matchday ketiga Liga Champions. Di tengah kepedihan hasil akhir 2-4 tersebut, malam itu tetap menorehkan tinta emas bagi sepak bola Indonesia berkat aksi Calvin Verdonk.

Pemain andalan Timnas Indonesia itu resmi mencatatkan sejarah baru sebagai pemain pertama asal tanah air yang turun sebagai starter di ajang elit Liga Champions. Sayangnya, debut bersejarah ini gagal berbuah manis karena lini pertahanan Les Dogues harus kocar-kacir menghadapi gempuran lawan di paruh kedua pertandingan.

Sempat memimpin jalannya laga lewat keunggulan 2-1 berkat sepasang gol dari Soriba Diaoune sebelum turun minum, wakil Prancis ini justru kehilangan kontrol total. Pelatih Davide Ancelotti tak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat tim asuhannya kembali runtuh akibat rentetan kesalahan mendasar di momen-momen krusial pertandingan.

"Menurut saya, apa yang kami lakukan di Liga Champions belum cukup. Jadi, kami harus segera mengubahnya jika ingin memiliki peluang," ujar Ancelotti dengan nada tegas menyoroti rapuhnya konsentrasi tim pada awal babak dan situasi bola mati.

Hasil negatif ini memperpanjang tren buruk dengan tiga kekalahan beruntun di fase grup. Dengan menyisakan lima pertandingan tersisa, Ancelotti menuntut skuadnya untuk segera berbenah total dan mempertahankan kolektivitas permainan jika masih ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya.