Jelang duel Juventus menghadapi Celta Vigo di ajang Europa League, pelatih kepala Luciano Spalletti memberikan penjelasan taktis yang cukup menarik perhatian publik tribun. Sang allenatore melakukan hingga enam perubahan dari susunan pemain saat Si Nyonya Tua ditahan imbang 1-1 oleh Cagliari di kancah Serie A akhir pekan lalu, termasuk mencadangkan Randal Kolo Muani.
Rotasi masif ini bukan tanpa alasan mendasar bagi kubu Bianconeri. Pelatih berpengalaman asal Italia tersebut menegaskan bahwa kedalaman skuad serta rotasi pemain adalah harga mati jika timnya ingin melaju jauh di berbagai kompetisi musim ini, mengingat jadwal padat yang menuntut fisik prima setiap dua hari sekali.
Banyak pengamat dan suporter penasaran mengapa duet lini serang antara Kolo Muani dan Nick Woltemade tidak segera diturunkan sejak menit awal. Menanggapi rasa penasaran tersebut, Spalletti mengakui bahwa kedua penyerang haus gol itu sebenarnya sangat kompatibel untuk dimainkan secara bersamaan di masa mendatang, bahkan peluang tersebut sempat terlintas di benaknya untuk laga malam ini.
Kendati demikian, sang juru taktik lebih memilih memasang Kerim Alajbegovic sebagai bagian dari trisula lini depan bersama Woltemade dan Francisco Conceicao. Spalletti menilai keputusan mengorbankan Kolo Muani di bangku cadangan—bersama Nico Gonzalez—dilakukan demi memberi ruang bagi pemain muda berbakat yang juga telah menunjukkan kualitas impresif di sesi latihan maupun pertandingan.
Dilansir dari Football Italia, rotasi ini juga disiapkan agar para pemain cadangan memiliki daya kejut untuk membalikkan keadaan di paruh kedua laga. Keberadaan pemain-pemain pembeda di bangku simpanan memberikan fleksibilitas taktik krusial, terlebih ketika Juventus harus mengatasi absennya Kenan Yildiz yang masih mendekap cedera panjang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang