Keputusan mengejutkan datang dari pucuk pimpinan tertinggi sepak bola Eropa ketika Aleksander Ceferin menyatakan siap maju untuk masa jabatan keempat kalinya. Langkah strategis ini diumumkan langsung di hadapan 55 delegasi asosiasi nasional di Berlin, sekaligus membalikkan pernyataan sebelumnya yang sempat berujar tidak akan mencalonkan diri lagi pada Februari 2024 silam.
Dinamika panas di tubuh UEFA ini kian memanas karena otoritas sepak bola Eropa tersebut juga secara tegas menentang kepemimpinan Presiden Fifa Gianni Infantino. Dalam pertemuan penting di Jerman, mereka menerbitkan 14 poin rencana reformasi besar-besaran untuk mengubah total tata kelola badan sepak bola dunia yang dianggap perlu segera berbenah dari berbagai sisi struktural.
"Saya ingin berterima kasih kepada asosiasi nasional atas kepercayaan mereka," ujar Ceferin menggambarkan soliditas internal yang telah menghadapi berbagai tantangan luar biasa bersama-sama dalam beberapa tahun terakhir. Ambisi utamanya kini adalah menjaga persatuan sepak bola Eropa, memperkuat kualitas permainan, dan memastikan kesiapan organisasi menghadapi generasi masa depan.
Selain memperpanjang masa baktinya, Ceferin berkomitmen penuh untuk mencari kandidat tandingan yang kuat guna menantang kepemimpinan Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang. Di sisi lain, mantan pemain belakang Tottenham Hotspur, Ramon Vega, dikabarkan berniat maju, meski jalan berliku masih harus dilalui untuk mengumpulkan minimal lima surat dukungan resmi.
Melalui rencana reformasi komprehensif tersebut, UEFA menuntut adanya kepemimpinan baru yang lebih bersih, transparan, serta menghapuskan intervensi eksekutif dalam badan independen seperti komite etik dan disiplin. Tidak hanya itu, mereka juga mendesak agar alokasi dana tambahan minimal sekitar Rp155 Juta atau setara dengan $10 Juta diberikan kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota demi kemajuan bersama.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang