Fifa secara resmi mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah edisi perdana turnamen akbar Women's Club World Cup yang dijadwalkan bergulir pada Januari 2028 mendatang. Keputusan strategis ini diambil setelah mempertimbangkan kesuksesan infrastruktur olahraga serta lonjakan minat yang masif terhadap sepak bola wanita di negeri Paman Sam tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Klub raksasa Inggris Arsenal dipastikan menjadi salah satu dari tujuh tim awal yang mengamankan tiket ke turnamen prestisius ini, menyusul jejak klub-klub top dunia lainnya seperti Barcelona, Corinthians, hingga Wuhan Jiangda. Total akan ada 19 tim yang bertarung memperebutkan mahkota juara dalam ajang empat tahunan yang mengadopsi format baru turnamen antarklub pria.

Menurut chief women's football officer Fifa, Sarai Bareman, rekam jejak Amerika Serikat dalam menggelar ajang-ajang besar sepak bola menjadi alasan utama penunjukan ini. Terlebih, negara tersebut juga bersiap untuk kembali memegang peran sebagai tuan rumah pendamping untuk ajang Piala Dunia Wanita pada tahun 2031 mendatang.

Kendati demikian, pengumuman turnamen baru ini sempat memicu perdebatan sengit di level domestik. Sebelumnya, pihak Women's Super League sempat melayangkan kritik keras dan menyebut bahwa penjadwalan turnamen baru di tengah musim ini berpotensi mendatangkan dampak buruk yang cukup masif bagi kebugaran para pemain.

Turnamen akbar yang akan dihelat mulai 5 hingga 30 Januari 2028 ini nantinya juga bakal menghadirkan perwakilan dari berbagai konfederasi dunia, termasuk tambahan enam klub asal Eropa yang akan segera ditentukan. Ajang ini diharapkan mampu memperluas basis suporter global sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi kekuatan sepak bola wanita modern.