Dunia bulu tangkis internasional baru saja menjadi saksi sejarah baru ketika An Se Young resmi melewati pencatatan prestasi legendaris milik pebulutangkis Indonesia, Susy Susanti. Atlet tunggal putri asal Korea Selatan ini menjelma sebagai kekuatan dominan yang sulit dihentikan sejak kemunculannya pada 2019 silam di peta persaingan elite dunia.
Dominasi pemain kelahiran Gwangju tersebut tidak main-main. Deretan nama besar seperti Carolina Marin hingga Akane Yamaguchi sempat bergantian mencoba meredam lajunya, namun konsistensi permainan An Se Young terbukti berada di level yang berbeda. Perjalanan luar biasa ini dimulai dari gelar perdana di level senior pada ajang Irish Open 2018 sebelum akhirnya meledak dengan raihan lima titel sepanjang 2019, termasuk menaklukkan panggung bergengsi French Open.
Meski sempat terhambat pandemi pada 2020, kurva performa sang bintang langsung melonjak tajam pada musim-musim berikutnya. Mulai dari sapu bersih gelar di rangkaian BWF World Tour, medali emas Asian Games 2022, hingga puncaknya ketika ia menyabet medali emas Olimpiade 2024. Ketangguhan mental dan fisik di atas lapangan membuat lemari trofinya terus bertambah seiring berjalannya waktu tanpa henti.
Memasuki tahun 2025 dan 2026, dominasi sang tunggal putri kian menggila dengan tambahan belasan gelar prestisius, termasuk kampiun Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia. Total sebanyak 47 gelar kini resmi berada di tangan pemain andalan Negeri Ginseng tersebut, sekaligus menobatkan dirinya sebagai penguasa baru sektor tunggal putri dunia.
Keberhasilan melewati rekor pencapaian Susy Susanti ini sekaligus menegaskan era baru dominasi tunggal putri yang barangkali akan bertahan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Publik bulu tangkis tentu menantikan batasan rekor baru apa lagi yang sanggup dipecahkan oleh sang fenomena lapangan badminton ini di masa mendatang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang