Kontingen Indonesia langsung menatap target tinggi dengan berburu medali emas pertama dari sejumlah cabang olahraga yang memasuki partai final pada Senin (19/10). Atmosfer kompetisi memanas di berbagai venue setelah seremoni pembukaan, di mana para atlet Merah Putih siap mengerahkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama bangsa di panggung multi-event terbesar Asia ini.

Berdasarkan laporan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI), perjuangan keras skuad Garuda tersebar di berbagai cabang olahraga andalan seperti para menembak, para taekwondo, para judo, hingga para angkat berat. Tekanan mental dan fisik langsung diuji sejak hari pertama perebutan medali, menuntut fokus penuh dari setiap wakil yang turun bertanding demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih di podium tertinggi.

Sejumlah nama atlet andalan langsung memikul harapan besar di pundak mereka hari ini. Di arena para taekwondo, Ria Yulianto dijadwalkan menghadapi ujian berat melawan wakil Mongolia, Surenjav Ulambayar, di nomor womens K44 - 52kg demi membuka jalan menuju babak semifinal dan perebutan tiket final.

Sementara itu, panggung megah para angkat berat langsung menyuguhkan laga final yang melibatkan empat lifter tangguh Tanah Air. Nama-nama seperti Abdul Hadi, Hilman, Mabruf Arib Dzaki, hingga lifter senior Ni Nengah Widiasih siap membanting tulang di kelas masing-masing demi mempersembahkan keping medali emas pertama bagi kontingen Indonesia.

Tidak ketinggalan, persaingan sengit juga tersaji di cabang olahraga para atletik dan para renang yang langsung memainkan babak final perebutan medali. Rizal Bagus Saktyono di nomor lempar lembing putra F46 serta sprinter Karisma Evi Tiarani di nomor lompat jauh putri menjadi tumpuan harapan baru untuk mendulang prestasi gemilang.