Eks gelandang Manchester United, Ander Herrera, meluapkan kekesalannya terkait kasus pelanggaran finansial yang mendera Manchester City. Pemain asal Spanyol itu merasa dirugikan secara langsung setelah klubnya kehilangan kesempatan merengkuh trofi Premier League di tengah dominasi The Citizens dalam satu dekade terakhir. Dilansir dari ESPN FC, pelanggaran yang terbukti mencakup lebih dari 100 dakwaan regulasi finansial Premier League antara kurun waktu 2009 hingga 2018.

Selama membela Setan Merah dari 2014 hingga 2019, Herrera sempat merasakan finis di posisi kedua klasemen Premier League musim 2017-2018 di bawah asuhan manajer Jose Mourinho. Saat itu, Manchester United tertinggal 19 poin di belakang Manchester City. Herrera mengenang bagaimana Mourinho pernah memberikan komentar misterius soal situasi di balik layar, yang kini terbukti nyata seiring terbongkarnya skandal finansial klub rival sekota tersebut.

Lebih lanjut, pemain yang kini memperkuat Real Zaragoza itu menyoroti bagaimana ketidakberesan finansial berdampak masif pada persaingan liga. Ia mencontohkan tim-tim seperti Tottenham Hotspur yang sempat finis di posisi kelima selama tiga musim beruntun dan gagal lolos ke Liga Champions, yang pada akhirnya membawa dampak kerugian finansial sangat signifikan bagi klub London tersebut.

Kendati mengecam para petinggi klub, Herrera tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain serta pelatih Pep Guardiola atas kerja keras di lapangan. Namun, ia menilai para penggawa Manchester City juga pantas merasa geram karena pencapaian mereka kini telah ternoda oleh ulah manajemen di balik layar yang mencederai integritas kompetisi.

Menatap sanksi berat yang menanti, Herrera sejalan dengan mantan rekan setimnya, Wayne Rooney, yang mendesak adanya hukuman tegas untuk memberikan efek jera. Menurut Herrera, kerusakan yang ditimbulkan sudah bersifat permanen, sehingga otoritas liga wajib menjatuhkan sanksi monumental agar tidak ada lagi klub yang berani memanipulasi pemasukan secara ilegal di masa depan.