Mantan bintang Timnas Italia dan Juventus, Angelo Di Livio, melontarkan kritik pedas terkait situasi sepak bola terkini di Italia. Dilansir dari Football Italia, Di Livio dengan tegas menyatakan bahwa Federico Chiesa telah membuat keputusan keliru dengan meninggalkan Serie A untuk bergabung dengan klub Premier League, Liverpool, pada bursa transfer musim panas 2024 lalu.

Semenjak mendarat di Anfield, Chiesa memang harus menghadapi kenyataan pahit minimnya menit bermain reguler. Tercatat penyerang sayap lincah tersebut baru mengumpulkan total 1.194 menit di atas lapangan dari 51 penampilan kompetitif, dengan catatan 5 gol serta 5 assist selama dua tahun terakhir. Situasi sulit ini membuat rumor kepulangannya ke Italia semakin kencang berembus, di mana AS Roma dikabarkan siap menampungnya pada bursa transfer Januari mendatang.

Di Livio, yang semasa aktif membuktikan kapasitasnya dengan merengkuh trofi Liga Champions bersama Si Nyonya Tua, meyakini kualitas seorang Chiesa sama sekali tidak luntur. Menurutnya, pemain berusia andalan tersebut hanya butuh diselamatkan kariernya dan bisa kembali bersinar di bawah arahan pelatih bertangan dingin seperti Gian Piero Gasperini agar bisa menembus skuad Gli Azzurri lagi.

Tidak hanya menyoroti nasib malang sang winger, Di Livio juga meluapkan kekecewaannya terhadap performa skuad Bianconeri saat ini yang dinilai jauh dari standar sejarah klub. Setelah kekalahan memalukan 0-2 dari Genoa di tengah pekan, ia secara terbuka menyebut ada banyak pemain Juventus saat ini yang sama sekali tidak layak mengenakan jersey kebanggaan klub asal Turin tersebut.

Kritik tajam tersebut diarahkan langsung kepada mentalitas skuad asuhan pelatih Luciano Spalletti yang dinilainya terlalu adem ayem ketika menelan kekalahan. Di Livio mengingatkan publik agar tidak serta-merta menyalahkan pelatih semata, melainkan mengevaluasi kualitas materi pemain secara menyeluruh yang dinilai miskin daya juang dibandingkan era kejayaan masa lalu.