Derbi London Utara akhirnya berpihak pada Arsenal ketika mereka sukses mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Tottenham Hotspur di WSL. Hasil ini membawa sedikit angin segar bagi skuad asuhan Renee Slegers yang sempat kesulitan mengemas kemenangan dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski demikian, kemenangan dramatis ini tidak serta-merta menghapus berbagai masalah mendasar yang masih mengerogoti performa tim Meriam London sepanjang musim ini.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal ketika Cathinka Tandberg membungkam publik lewat gol sundulannya dari situasi sepak pojok. Beruntung bagi The Gunners, respons cepat kilat ditunjukkan oleh Georgia Stanway yang melepaskan tembakan terdefleksi untuk menyamakan kedudukan. Puncak drama terjadi di paruh kedua ketika wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan bek Spurs, Ella Morris, di dalam kotak terlarang. Penalti tersebut sukses dieksekusi dengan dingin oleh Alessia Russo untuk memastikan tiga angka krusial.
Namun, keputusan penalti ini langsung memicu protes keras dari kubu lawan menyusul aturan IFAB mengenai sentuhan tangan dari rekan setim. Pelatih Spurs, Martin Ho, meluapkan kekecewaannya selepas laga atas kepemimpinan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya. Di sisi lain, para pemain Arsenal merayakan gol penentu kemenangan tersebut dengan penuh emosi di hadapan suporter setia yang memadati tribun tim tandang.
Terlepas dari raihan tiga poin yang sangat berharga, cara Arsenal mencetak gol masih menyisakan tanda tanya besar terkait kualitas kolektif tim. Gol-gol yang tercipta sejauh ini lebih banyak bersumber dari aksi-aksi individu cemerlang atau sekadar faktor keberuntungan semata. Absennya kerja sama tim yang padu membuat lini serang mereka kerap tumpul, terbukti dari buruknya rasio konversi peluang dibandingkan musim-musim sebelumnya di kompetisi domestik.
Tekanan kini masih mengarah kepada sang juru taktik terkait pemilihan susunan pemain dan eksperimen posisi yang dinilai kurang efektif. Keputusan menempatkan pemain di luar posisi natural mereka sempat membatasi kreativitas permainan di atas lapangan hijau. Kemenangan atas Spurs memang memberikan sedikit waktu bernapas bagi Slegers, tetapi perbaikan taktik total wajib segera dilakukan jika ingin bangkit.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang