Mikel Arteta hampir menyelesaikan perpanjangan kontraknya sebagai manajer Arsenal, dengan negosiasi yang telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sumber-sumber terpercaya menyatakan bahwa kesepakatan tinggal menunggu finalisasi, dan pihak klub yakin penuh bahwa juru taktik asal Spanyol itu akan menandatangani kontrak baru jangka panjang.

Kepercayaan diri tersebut juga tercermin dari pernyataan Arteta sendiri. Bulan lalu, ia menegaskan bahwa masa depannya tidak perlu diragukan. "Semua orang merasa nyaman bahwa waktu kontrak bukanlah masalah karena keinginan saya jelas untuk tetap di sini dan saya sangat bahagia," ujarnya. "Perasaan saya dari klub juga sama. Itulah mengapa semua orang melakukan hal-hal dengan cara yang sangat alami."

Direktur Eksekutif Arsenal, Richard Garlick, sebelumnya juga menyatakan bahwa kontrak baru Arteta hanya tinggal menunggu waktu. Kesepakatan ini akan membuat Arteta menjadi salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di dunia, dengan nilai yang jauh melampaui kontraknya saat ini yang bernilai £10 juta per musim ditambah bonus £5 juta jika lolos ke Liga Champions. Jika dikonversi, total paket tersebut setara dengan sekitar Rp300 miliar per tahun, dan angka itu diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam kontrak anyar.

Sejak ditunjuk pada Desember 2019, Arteta telah mentransformasi Arsenal dari klub yang kehilangan status Liga Champions menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun pada musim lalu. Kini, mereka menjadi favorit utama untuk mempertahankan gelar domestik dan diunggulkan untuk meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Kesuksesan itu membuat posisi Arteta semakin kuat, bahkan menjadi figur paling berpengaruh di klub dari sisi sepak bola, mirip dengan peran Arsene Wenger di masa lalu.

Pengaruh Arteta terlihat jelas dalam setiap keputusan tim utama. Ketika Arsenal mencoba merekrut Julian Alvarez dan Vinicius Jr bulan lalu, Arteta berada di garis depan dalam upaya persuasi. Oleh karena itu, bagi pemilik klub, membayangkan kehilangan Arteta dari dinamika tersebut adalah hal yang tidak terpikirkan. Meskipun suatu hari nanti Spanyol bisa memanggilnya, daya tarik Arsenal saat ini jauh lebih besar, terutama karena ia menyadari bahwa ia tidak akan mendapatkan otoritas yang sama di Real Madrid atau Barcelona.

Selain aspek finansial, ambisi sepak bola juga menjadi faktor utama. Arsenal tengah membangun skuad yang berada di puncak performa dengan rata-rata usia 26,2 tahun, salah satu yang tertua di Premier League. Kedatangan Bruno Guimaraes dan Ezri Konsa pada musim panas lalu merupakan investasi besar, sementara pengejaran gagal terhadap Vinicius Jr dan Alvarez menunjukkan bahwa pemilik Amerika Serikat bersedia mengeluarkan dana besar untuk talenta elit. Ini adalah ambisi yang ingin dilihat Arteta saat negosiasi kontrak berlangsung.

Enam tahun Arteta di Emirates sudah membuatnya menjadi manajer terlama di Premier League dan EFL. Kontrak baru ini akan membawanya mendekati satu dekade di London Utara, dan tidak ada tanda-tanda ia akan mengendurkan ambisinya. Bagi para pendukung Arsenal, pengumuman resmi tidak bisa datang terlalu cepat, terutama karena kontraknya saat ini hanya tersisa sembilan bulan lagi.