Musim ini seharusnya menjadi panggung bagi Arsenal untuk mendominasi Women's Super League (WSL). Kedatangan bintang-bintang baru membuat kedalaman skuad Meriam London tampak sangat menakutkan di atas kertas, siap mengakhiri rentetan hasil finis sebagai runner-up.

Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Pasukan Renée Slegers terdampar di peringkat kedelapan klasemen setelah hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan pembuka. Lini depan mereka terlihat tumpul dengan catatan hanya mencetak lima gol saja sejauh ini.

Dilansir dari ESPN FC, masalah utama Arsenal terletak pada ketergantungan berlebihan terhadap umpan silang ke dalam kotak penalti. Meskipun memimpin daftar percobaan umpan silang terbuka di WSL, mereka justru menjadi satu-satunya tim dengan lebih dari sepuluh tembakan kepala yang belum membuahkan satu gol pun.

Ketidakseimbangan taktik juga terlihat dari peran Mariona Caldentey yang kerap ditarik ke sayap kiri, memicu celah besar di lini pertahanan. Slegers dituntut segera mencari variasi serangan baru serta membenahi keseimbangan tim jika tidak ingin tekanan di kursi pelatih semakin membesar.