Manajer Arsenal Mikel Arteta kembali menjadi sorotan setelah diganjar kartu kuning kedua musim ini dalam kemenangan 2-0 atas Everton. Di tengah ketatnya persaingan Premier League, sang manajer mengklaim menyimpan banyak bukti gambar terkait pelanggaran area teknis yang dilakukan oleh pelatih rival.

Kemenangan The Gunners atas Everton diwarnai tensi tinggi yang membuat wasit Tony Harrington harus mengeluarkan beberapa kartu kuning, termasuk kepada manajer lawan dan staf pelatih Arsenal. Namun, Arteta merasa dirinya mendapat perlakuan yang tidak adil dibandingkan manajer klub lain yang kerap meninggalkan area teknis tanpa hukuman berarti.

Dalam sesi konferensi pers, pelatih asal Spanyol tersebut melontarkan sindiran tajam kepada pengawas pertandingan. Ia menyebut ada manajer lain yang melanggar aturan puluhan kali dalam waktu singkat tanpa pernah diganjar kartu, sebuah kontras yang membuatnya merasa perlu mengumpulkan dokumentasi video sebagai bukti pembelaan diri.

Ancaman sanksi kini mengintai mantan asisten Pep Guardiola tersebut karena ia hanya terpaut satu kartu kuning lagi dari larangan mendampingi tim di pinggir lapangan. Aturan ketat terkait batas area teknik membuat Arteta berkelakar bahwa dirinya membutuhkan alat sensor khusus agar tidak lagi melewati garis pembatas saat memberikan instruksi kepada tim.

Situasi ini tentu menjadi ujian tersendiri bagi ambisi Arsenal dalam perburuan gelar juara musim ini. Konsentrasi Arteta dituntut tidak hanya terpecah pada taktik di atas lapangan, tetapi juga bagaimana ia harus meredam perangainya di area teknis demi menghindari hukuman yang dapat merugikan tim.