Unai Emery menghadapi dilema di Aston Villa: tiga pertandingan Premier League tanpa gol, hanya satu tembakan tepat sasaran, dan lini serang yang harus dirombak total. Namun, pelatih asal Spanyol itu tetap tenang dan yakin bahwa Nicolas Jackson dan rekrutan anyar lainnya hanya butuh waktu untuk menyatu.

Villa memulai musim baru dengan perubahan besar. Kepergian Ollie Watkins ke Al-Hilal dengan mahar sekitar Rp1,02 triliun (51 juta pound) meninggalkan lubang besar di lini depan. Watkins adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub di Premier League dengan 91 gol. Sebagai penggantinya, Villa mendatangkan Jackson dari Chelsea dengan harga rekor klub sekitar Rp1,3 triliun (65 juta pound). Jackson bukan sosok asing bagi Emery, yang pernah memberinya debut di Villarreal dan sangat mempercayai kemampuannya.

Statistik menunjukkan Jackson memang sedikit tertinggal dari Watkins dalam hal konversi gol. Pada musim 2023-24, Jackson mencetak 14 gol dan 5 assist, sementara Watkins 19 gol dan 13 assist. Musim lalu, Jackson mencetak 10 gol, kalah dari 16 gol Watkins meski bermain 382 menit lebih sedikit. Tingkat konversi Jackson hanya 13,2%, jauh di bawah Watkins yang mencapai 19,1%. Namun, pengalaman Jackson bersama Bayern Munich musim lalu, di mana ia mencetak 8 gol dalam 1.004 menit dengan konversi 21,1%, membuat Emery yakin.

Selain Jackson, Villa juga mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg, Ibrahim Mbaye dari PSG dengan harga sekitar Rp940 miliar (47 juta pound), dan Alejandro Garnacho dari Chelsea dengan status pinjaman. Kepergian Morgan Rogers ke Chelsea dengan nilai sekitar Rp2,34 triliun (117 juta pound) membuat Villa harus membangun ulang lini serang. Musim lalu, Watkins dan Rogers menyumbang 46% gol Villa di Premier League. Emery harus memastikan Mbaye dan Garnacho bisa menjadi penyuplai bola bagi Jackson.

Garnacho, yang mencetak 4 assist dan menciptakan 6 peluang besar di Chelsea musim lalu, masih kalah bersaing dengan George Hemmings, pemain akademi berusia 19 tahun yang dipuji Emery sebagai "pemain Premier League yang jelas". Sementara Mbaye, yang mencetak 4 gol dalam 10 start untuk PSG, belum dimainkan di Premier League. Manzambi, yang bersinar di Piala Dunia, masih cedera lutut.

Emery menegaskan bahwa proses integrasi 10 pemain baru membutuhkan waktu. "Kami harus sabar, dan kami harus memahami bahwa kami sedang membangun ulang tim. Sekarang mereka harus menyerap cara dan tuntutan kami, menjaga mentalitas yang sama, tetapi dengan pemain yang berbeda," ujarnya. "Sekarang bukan waktunya berpikir dua atau tiga minggu ke depan. Kami harus fokus pada setiap pertandingan. Pertandingan berikutnya adalah Liga Champions dan sesuatu yang bisa membuat kami bersemangat karena kami pantas berada di sana."

Villa akan menghadapi Club Brugge di Liga Champions pada Selasa (8/9/2026) sebagai ajang untuk membangkitkan musim. Dengan hanya dua rekrutan musim panas yang menjadi starter saat imbang melawan Hull, tekanan bagi Emery untuk segera menemukan racikan serangan yang tepat semakin besar. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Emery pernah merombak Villa sebelumnya dan membawa mereka juara Europa League. Kini, ia dituntut untuk mengulanginya dengan wajah baru.