Kabar duka menyelimuti dunia olahraga nasional setelah seorang atlet pencak silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Atlet berusia 19 tahun tersebut sebelumnya tampil membela daerahnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) sebelum akhirnya mengalami insiden yang merenggut nyawanya secara mengejutkan.
Ketua KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto, memberikan konfirmasi resmi terkait kepergian sang atlet di Semarang pada Rabu. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, almarhumah sempat bertanding di nomor Kelas A dengan batasan berat badan 45 hingga 50 kg dan mengalami cedera patah pada bagian jari tengah ketika bertarung di atas gelanggang pada hari Senin.
Guna mendapatkan tindakan medis yang cepat, korban langsung dirujuk menuju RS Primaya Semarang yang lokasinya berada di sekitar arena pertandingan. Tim medis kemudian memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pada hari Selasa guna menangani cedera patah jari tangan yang dialami oleh sang atlet muda tersebut.
Namun, situasi berubah menjadi kelam ketika pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa nyawa sang atlet tidak tertolong pada Rabu pagi. Direktur RS Primaya Semarang, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa petugas mendapati pasien sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 05.30 WIB ketika hendak dibangunkan dari tempat tidurnya.
Lebih lanjut, pihak rumah sakit menyatakan bahwa prosedur operasi yang dijalankan bukanlah kategori operasi besar dan pasien sempat sadar usai tindakan sebelum dipindahkan ke ruang perawatan. Kendati demikian, pihak medis bersama jajaran terkait masih belum dapat memastikan penyebab pasti kematian karena pemeriksaan lebih mendalam masih harus dilakukan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang