Kabar duka menyelimuti dunia olahraga nasional ketika seorang atlet Ayudiah Rivana harus berpulang untuk selamanya setelah menjalani prosedur medis. Insiden tragis ini bermula ketika ia berjuang membela daerahnya dalam ajang Porprov Jawa Tengah yang mempertemukan atlet-atlet muda berbakat. Kehilangan sosok pejuang di atas matras tentu meninggalkan luka mendalam bagi rekan seperjuangan dan dunia pencak silat Indonesia.

Berdasarkan keterangan koordinator pelatih pencak silat Kota Semarang, Nurfaqih, korban awalnya mengalami cedera pada bagian jari tengah saat melakoni laga perempat final melawan perwakilan Kabupaten Batang. Benturan keras di atas matras membuat ruas jari tengah korban bergeser setelah terkena tendangan lawan, meski hasil rontgen memastikan tidak ada tulang yang patah. Penanganan medis pun langsung ditempuh demi memulihkan kondisi fisik sang atlet agar bisa kembali beraktivitas normal.

Proses operasi di Rumah Sakit Primaya sejatinya sempat dilaporkan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti bagi sang atlet muda. Bahkan, pihak keluarga sempat mengonfirmasi kepada jajaran pelatih bahwa tindakan medis pada malam hari tersebut telah selesai dengan baik. Namun, takdir berkata lain ketika kabar mengejutkan datang keesokan paginya dan menyatakan bahwa nyawa sang atlet tidak berhasil tertolong.

Hingga saat ini, pihak tim pelatih dan keluarga masih menelusuri penyebab pasti di balik kepergian mendadak sang atlet yang dikenal memiliki kondisi fisik prima. Mengingat almarhumah tidak pernah memiliki riwayat penyakit bawaan sebelumnya, kepergian ini menyisakan tanda tanya besar sekaligus duka yang luar biasa. Komunitas olahraga kini terus memantau perkembangan investigasi demi mendapat kejelasan atas insiden memilukan ini.