Suasana panas membakar Stadion Old Trafford ketika Manchester United harus rela dibantai Bournemouth dengan skor telak 3-0. Di tengah detik-detik akhir pertandingan, suporter tuan rumah kompak menyanyikan yanyian bernada kecaman yang secara khusus ditujukan kepada direktur sepak bola Jason Wilcox. Kemarahan publik Old Trafford ini menjadi puncak dari rentetan hasil minor yang membuat Setan Merah terpuruk di papan bawah Premier League.
Dilansir dari BBC Sport, tekanan terhadap Wilcox bukan muncul tanpa alasan yang kuat. Sebelumnya, bek andalan United Lisandro Martinez sempat melontarkan kritik tajam kepada petinggi klub karena dinilai gagal memperkuat kedalaman skuad di bursa transfer. Situasi kian runyam mengingat posisi pelatih Michael Carrick kini berada di ujung tanduk setelah melewati delapan pertandingan tanpa satupun kemenangan, catatan terburuk klub sejak musim 2015-2016 yang membuat tribun kian bergemuruh dalam amarah.
Di sisi lain, tidak sedikit pihak yang merasa simpati dengan posisi rumit yang harus dihadapi oleh Wilcox. Mantan winger timnas Inggris ini sejatinya tidak memiliki kuasa penuh dalam menentukan anggaran belanja pemain yang telah diatur oleh level petinggi klub. Rencana penjualan pemain untuk menambah dana transfer juga berantakan akibat cedera parah yang menimpa Manuel Ugarte di Piala Dunia, serta batalnya kepindahan Marcus Rashford ke Barcelona senilai sekitar Rp520 Miliar.
Kendati demikian, minimnya komunikasi publik dari sang direktur sepak bola membuat suporter kian geram dan melampiaskan kekesalan. Kebijakan transfer klub yang terlalu berfokus membenahi lini tengah tanpa mendatangkan pelapis sepadan untuk Luke Shaw atau penyerang murni terbukti menjadi blunder fatal. Peran strategis Wilcox yang kerap tampil mendampingi pemain baru dalam sesi perkenalan resmi membuatnya dianggap sebagai pihak paling bertanggung jawab atas ambruknya performa tim.
Hingga saat ini, pemilik minoritas klub Sir Jim Ratcliffe belum memberikan pernyataan terbuka mengenai krisis yang tengah melanda Old Trafford. Namun, pesan tegas dari tribun stadion sudah sangat jelas menggambarkan hilangnya kesabaran suporter terhadap kinerja manajemen. Dengan posisi tim yang kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara, masa depan para petinggi klub diprediksi akan segera ditentukan dalam waktu dekat.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang