Sesi latihan bebas pertama atau FP1 MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika pada Jumat (9/10) langsung menyajikan drama panas di atas lintasan. Suasana memanas ketika Francesco Bagnaia meluapkan kemarahannya secara terbuka kepada Toprak Razgatlioglu setelah nyaris terlibat insiden tabrakan fatal di Tikungan 12-13. Insiden menegangkan ini terjadi saat sesi latihan baru berjalan 35 menit, merusak ritme sang juara dunia dua kali tersebut.

Perjuangan Bagnaia sejak awal sesi memang tidak berjalan mulus di tengah dominasi para rival seperti Fabio Di Giannantoni, Marco Bezzecchi, dan Raul Fernandez yang bergantian menguasai catatan waktu teratas. Ketika berupaya mencari lap time terbaik, Bagnaia justru dikejutkan oleh laju Toprak yang tiba-tiba melambat di racing line ideal. Keputusan refleks terpaksa diambil pebalap asal Italia itu demi menghindari benturan keras, membuatnya terpaksa melebar melindas kerbs hingga masuk ke area gravel.

Beruntung bagi Bagnaia, skill tingkat tinggi menyelamatkannya dari kecelakaan parah dan ia masih bisa mengamankan kendali motor Desmosedici miliknya. Meski demikian, emosi sang pebalap langsung memuncak dan ia tak ragu menunjukkan gestur kekesalan yang membakar atmosfer tribun Sirkuit Mandalika kepada Toprak. Dilansir dari CNN Indonesia, pihak FIM Stewards memastikan tidak ada investigasi atau sanksi lanjutan yang dijatuhkan terkait insiden nyaris tabrakan tersebut.

Belum mereda amarahnya, petaka susulan nyaris kembali menimpa Bagnaia ketika ia nyaris kehilangan keseimbangan saat melibas tikungan ke kiri. Kaki kanan andalannya sempat terlepas dari pijakan kaki, menciptakan pemandangan mendebarkan sebelum ia sigap menyelamatkan diri dari potensi crash susul-menyusul. Rentetan drama dan kesulitan beradaptasi ini membuat Bagnaia harus puas mengakhiri sesi FP1 di peringkat ke-13 klasemen sementara.

Hasil minor di latihan bebas pertama ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi garasi Ducati untuk segera menemukan set-up motor terbaik jelang sesi kualifikasi dan Sprint Race. Tekanan kini berada di pundak Bagnaia untuk membalikkan keadaan, melupakan insiden panas dengan Toprak, dan mengembalikan kecepatan optimal di sisa akhir pekan balap Mandalika.