Derby della Madonnina akhir pekan kemarin menyisakan luka mendalam bagi Inter Milan setelah takluk dengan skor 1-3 dari sang rival sekota, AC Milan. Gelandang andalan Nerazzurri, Nicolo Barella, tanpa ragu mengakui bahwa timnya harus membayar mahal serangkaian kesalahan individu maupun kolektif yang terjadi di atas lapangan hijau sejak peluit awal dibunyikan.
Pertandingan baru berjalan sepuluh menit, gawang Inter sudah jebol dua kali melalui aksi Christian Pulisic dan Adrien Rabiot yang memanfaatkan kelengahan lini belakang. Meskipun Alessandro Bastoni sempat memperkecil kedudukan lewat tandukan kepalanya di pertengahan babak pertama, situasi semakin sulit setelah Diego Moreira memperlebar keunggulan Milan menjadi 3-1 lewat eksekusi tendangan bebas indah menjelang turun minum.
Berbicara kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan, Barella tidak mencari-cari alasan atas lambatnya respons tim dalam meredam agresivitas lawan. Pemain Timnas Italia tersebut menegaskan bahwa pendekatan awal laga yang kurang maksimal menjadi bumerang, sekaligus memutus tren positif rekor tak terkalahkan yang sebelumnya dijaga oleh skuad asuhan pelatih Cristian Chivu.
Sorotan tajam sempat mengarah kepada keputusan taktik Chivu yang menurunkan skema satu penyerang murni di laga derbi sarat gengsi ini. Namun, Barella langsungang angkat bicara untuk membela sang juru taktik. Menurutnya, eksperimen formasi tersebut terpaksa diambil karena situasi darurat di lini depan menyusul cedera Lautaro Martinez serta kondisi Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny yang terserang demam.
Dilansir dari Football Italia, krisis penyerang membuat pelatih minim opsi rotasi di bangku cadangan dan harus memutar otak mencari solusi alternatif. Barella menegaskan bahwa faktor utama kekalahan bukanlah masalah formasi di atas kertas, melainkan buruknya sikap dan respons lambat skuad Nerazzurri dalam menguasai jalannya pertandingan sejak menit pertama.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang