Wacana kepulangan mengejutkan mantan kapten legendaris ke Old Trafford hampir saja terwujud sebelum manajemen klub memutuskan langkah krusial. Performa stabil di bawah asuhan Michael Carrick membuat Manchester United mengamankan posisi ketiga klasemen akhir musim lalu sekaligus tiket kembali ke panggung Liga Champions. Keberhasilan ini meredam rencana besar yang sempat disiapkan oleh kandidat pelatih lain dalam bursa pergantian manajer.

Sebelum Carrick akhirnya diberi kepercayaan penuh, kursi kepelatihan sempat lowong usai pemecatan Ruben Amorim. Dalam situasi transisi tersebut, nama Ole Gunnar Solskjaer muncul sebagai salah satu pesaing kuat dalam sesi wawancara untuk posisi pelatih interim. Solskjaer rupanya sudah merancang strategi jitu, termasuk membawa sosok 55 tahun yang dikenal sangat vokal mengkritik performa Setan Merah ke dalam jajaran staf kepelatihannya.

Berdasarkan laporan media, Solskjaer berniat menunjuk mantan gelandang garang tersebut sebagai orang nomor dua di bangku cadangan. Duet kepelatihan ini diyakini bakal menghadirkan dinamika luar biasa mengingat rekam jejak keduanya sebagai legenda klub. Namun, manajemen lebih memilih untuk melanjutkan kepercayaan kepada Carrick yang terbukti sukses memaksimalkan potensi skuad dan memperbaiki posisi tim di papan atas.

Kegagalan rencana ini membuat publik harus memendam rasa penasaran terkait bagaimana jika sang pandit pedas tersebut benar-benar kembali ke ruang ganti pemain. Pengalaman kepelatihannya di Sunderland dan Ipswich Town, serta peran asisten di Aston Villa dan Timnas Republik Irlandia, dinilai sangat matang untuk mendampingi manajer utama. Meski demikian, fokus utama tim saat ini tetap berada di jalur positif demi menjaga konsistensi performa di kompetisi domestik maupun Eropa.