Birmingham City akan kembali ke kasta tertinggi sepak bola wanita Inggris dengan ujian berat: bertandang ke markas Manchester City Women pada laga perdana Women's Super League (WSL) musim 2026-27, Minggu (6/9) pukul 20.30 WIB. Pelatih kepala Birmingham, Amy Merricks, menegaskan timnya siap bertarung habis-habisan melawan juara bertahan, meski sadar tantangan yang dihadapi sangat besar.
Birmingham promosi setelah menjuarai WSL 2 musim lalu, mengakhiri empat tahun terdampar di divisi kedua. Namun, undian pembuka membawa mereka ke Joie Stadium, tempat mereka pernah dipermalukan 0-6 pada Mei 2022 dalam laga yang menjadi awal degradasi. Meski begitu, Merricks justru melihat ini sebagai momen yang tepat untuk mengukur kekuatan timnya.
"Saya pikir ini waktu yang tepat untuk menghadapi Man City. Kami tahu ini akan menjadi tantangan, tapi kami benar-benar siap. Kami di sini untuk bersaing, bukan sekadar pelengkap," ujar Merricks dalam konferensi pers jelang laga, seperti dilansir dari BBC Sport. "Fokus kami adalah pada diri sendiri. Kami menghormati siapa mereka dan apa yang mereka miliki, tapi mentalitas kami tidak berubah."
Meski akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, Merricks tidak mau mengorbankan identitas permainan menyerang yang menjadi ciri khas Birmingham musim lalu. Rata-rata 2,09 gol per pertandingan mereka buktikan bahwa tim ini punya naluri ofensif tinggi. "Ada bagian inti dari identitas kami yang tidak bisa ditawar-tawar. Kami adalah tim progresif, kami akan mencari cara untuk mencipta dan mencetak gol. Kami tidak takut pada siapa pun," tegasnya.
Di kubu lawan, pelatih Man City, Andree Jeglertz, mengingat betul betapa merepotkannya Birmingham saat kedua tim bertemu di perempat final Piala FA Wanita musim lalu. Saat itu, Man City menang tipis 1-0. "Mereka sangat bagus secara taktik, menghancurkan semua ruang di lapangan, bertahan rendah, dan transisi mereka sangat baik. Ada ancaman dari tim mereka yang perlu kami perhatikan," kata Jeglertz.
Man City sendiri memulai musim sebagai juara bertahan untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Jeglertz menegaskan timnya tidak akan mengubah mentalitas meski kini punya gelar yang harus dipertahankan. "Kami masih mengejar, mengejar untuk menang lagi. Jika Anda mulai melindungi sesuatu, saya pikir itu tidak akan membantu kami. Kami harus dalam suasana lapar, mencoba menang lagi," ujarnya.
Jeglertz juga mengonfirmasi bahwa Vivianne Miedema masih absen hingga akhir musim gugur karena cedera lutut, sementara bek Rebecca Knaak juga dipastikan tidak tampil. Kabar baiknya, Jade Rose dan Grace Clinton sudah kembali berlatih, namun Niamh Charles masih diragukan tampil.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang