Dean Windass, pahlawan kemenangan Hull City di play-off Championship 2008, angkat bicara soal peluang The Tigers bertahan di Premier League musim ini. Hull memulai musim dengan gemilang: menang atas Manchester United di laga pembuka, lalu menaklukkan Coventry City. Namun, Windass mengingatkan bahwa musim masih panjang dan persaingan di Premier League sangat berat.

“Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menjamu tim besar di pertandingan pertama,” ujar Windass kepada FourFourTwo. “Semua orang punya awal yang bersih, tapi tak ada yang menyangka Hull City bisa menang. Tekanan ada di Man U, yang tidak tahu seperti apa Hull City. Saya menonton pertandingan itu dan Man U tampil buruk—terlihat mereka masih mencoba menyatu dengan Youri Tielemans dan rekrutan anyar mereka.”

Windass menilai kemenangan atas Coventry lebih krusial karena itu menunjukkan ketahanan tim. “Saya tahu Coventry akan menjadi ujian yang lebih berat, tapi mereka melewatinya dan menang 1-0,” katanya. Meski begitu, ia memberi nasihat kepada para penggemar Hull: “Ini musim yang panjang. Villa akan menjadi ujian berat—setiap pertandingan di Premier League itu sulit.”

Mantan striker yang juga pernah membela Bradford City itu mengenang pesan Paul Jewell saat Bradford promosi ke Premier League: “Jika kami finis di posisi keempat dari bawah, itu pencapaian besar. Di atas itu bonus, dan kami harus memenangi mayoritas laga kandang.” Ia juga menyoroti ruang ganti Hull yang solid. “Saya kenal Lewie Coyle, Oli McBurnie, dan Matt Crooks di sana. Mereka punya ruang ganti yang bagus. Banyak pemain baru didatangkan, tapi harga tak menjamin mereka terbukti di Premier League.”

Windass lalu mengenang musim 2008-09 ketika Hull nyaris terdegradasi, tapi selamat berkat kekompakan tim. Insiden paling dikenang adalah saat pelatih Phil Brown menahan para pemain di lapangan pada jeda turun minum saat Boxing Day melawan Manchester City, setelah Hull tertinggal 0-4. “Itu pilihan Phil. Kami kalah dari tim berkualitas, dengan Robinho dan Vincent Kompany. Itu tidak merusak ruang ganti. Para pemain tetap kompak,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Phil mendapat balasan manis dengan bernyanyi di lapangan dan selamat dari degradasi. Kami punya ruang ganti yang hebat—ada George Boateng, Paul McShane, Ian Ashbee, Nick Barmby. Profesional sejati. Apa pun divisinya, jika ruang gantimu bagus, peluang suksesmu besar.” Kini, Hull City dihadapkan pada ujian sesungguhnya: akankah mereka mampu bertahan seperti kisah 2008?