Dunia sepak bola mendadak dihebohkan oleh sebuah insiden tak terduga ketika situs resmi Ballon d'Or secara keliru mempublikasikan artikel yang menobatkan tiga pemain berbeda sebagai pemenang penghargaan edisi 2026. Kejadian mengejutkan ini muncul beberapa jam sebelum malam seremoni bergengsi tersebut dimulai di London Palladium, memicu spekulasi liar di kalangan suporter dan pengamat sepak bola.

Artikel-artikel yang sempat online tersebut langsung mengonfirmasi ketiganya dalam halaman terpisah sebelum akhirnya buru-buru ditarik kembali oleh pihak penyelenggara. Penyerang Bayern Munich, Harry Kane, disebut-sebut sebagai pemenang berkat ketajamannya di lini depan sepanjang musim 2025-26. Kane sendiri tengah mengusung misi besar untuk menjadi pemain Inggris pertama yang meraih trofi emas ini sejak Michael Owen pada tahun 2001 silam.

Sementara itu, kejutan lain datang dari artikel kedua yang mengklaim wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, sukses mencatatkan sejarah sebagai pemenang termuda dalam 70 tahun perjalanan penghargaan ini. Tak ketinggalan, ulasan ketiga juga memuat nama penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappé, yang dinilai layak berkat konsistensi permainan level tingginya.

Meskipun tangkapan layar dari artikel prematur tersebut langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial, ketiganya memang tetap memegang status sebagai kandidat terkuat peraih Ballon d'Or tahun ini. Dilansir dari ESPN FC, momen pemilihan pemenang di London kali ini terasa semakin panas akibat kebocoran data yang memantik perdebatan sengit di antara para pendukung setia di seluruh penjuru dunia.

Hingga acara puncak malam ini dilangsungkan, misteri siapa yang benar-benar mengangkat trofi individu paling diidamkan di dunia sepak bola ini masih menjadi tanda tanya besar. Tekanan dan antisipasi publik kini berada di titik puncak menanti pengumuman resmi dari penyelenggara.