Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sukses memainkan peran penting di balik gemilangnya prestasi kontingen Merah Putih di berbagai ajang multievent bergengsi. Gelontoran stimulasi finansial yang masif terbukti ampuh membakar motivasi para atlet untuk menorehkan sejarah baru di panggung internasional, mulai dari SEA Games hingga Asian Games.
Dalam ajang Asian Games 2026, kontingen Garuda yang awalnya hanya mematok target empat medali emas justru sukses melampaui ekspektasi dengan membawa pulang 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Pencapaian luar biasa ini turut diwarnai oleh aksi heroik para pahlawan olahraga kita, termasuk Rahmat Erwin Abdullah yang sukses memecahkan rekor dunia di cabang angkat besi serta Desak Made Rita Kusuma Dewi yang memecahkan rekor Asian Games.
Lonjakan prestasi tersebut tidak lepas dari kebijakan drastis pemerintah yang melipatgandakan nominal bonus secara fantastis bagi para peraih medali. Untuk peraih medali emas Asian Games 2026, pemerintah, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menggelontorkan bonus sebesar Rp3 miliar atau nyaris dua kali lipat dibandingkan edisi empat tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,575 miliar. Langkah serupa juga diterapkan pada ajang SEA Games 2025 di mana bonus perorangan melesat naik hingga mencapai Rp1 miliar.
Tidak hanya bagi atlet nondifabel, kepedulian nyata juga diberikan kepada para pejuang olahraga disabilitas melalui kesetaraan besaran bonus pada ajang ASEAN Para Games 2025. Kebijakan progresif ini berhasil mendongkrak mental bertanding para atlet untuk mengibarkan sang saka Merah Putih setinggi-tingginya, sekaligus mengembalikan kejayaan bulu tangkis Asia melalui torehan emas sektor ganda putra dan beregu putra.
Kendati gelimang bonus terbukti efektif mendongkrak motivasi instan di arena pertandingan, tantangan besar masih menghadang sektor pembinaan jangka panjang di Tanah Air. Porsi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga yang masih tergolong kecil dalam APBN menyisakan pekerjaan rumah agar pembinaan atlet dapat berjalan konsisten sepanjang tahun ke berbagai cabang olahraga tanpa ancaman pembatalan program.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang