Sisa lima balapan terakhir Veda Ega Pratama di ajang Moto3 2026 menjanjikan persaingan yang sengit dan penuh tantangan. Setelah merampungkan seri di Mandalika, para pembalap harus bersiap menghadapi sirkuit-sirkuit penutup di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, hingga Valencia yang akan menentukan akhir musim pada November mendatang.
Meskipun gelar juara dunia Moto3 musim ini sudah dipastikan menjadi milik Maximo Quiles, tensi persaingan di lintasan sama sekali tidak menurun. Setiap rider, termasuk pembalap kebanggaan Indonesia tersebut, tentu memburu hasil terbaik demi memperbaiki posisi akhir di klasemen dan menutup musim debut dengan catatan manis.
Menilik catatan statistik sejauh ini, Veda telah mengumpulkan 115 poin dari 17 balapan yang sudah dilalui. Konsistensi menjadi senjata utamanya dengan catatan sepuluh kali finis di jajaran sepuluh besar, serta pencapaian terbaiknya berupa podium di seri Brasil dan Prancis yang membuktikan kapasitasnya bersaing di level dunia.
Performa naik turun sempat mewarnai perjalanan sang pembalap muda, terutama setelah hasil kurang memuaskan di Aragon dan San Marino. Namun, kebangkitan langsung ditunjukkan lewat finis di posisi keenam pada balapan kandang di Mandalika, memberikan suntikan moral besar jelang lawatan ke seri-seri flyaway berikutnya.
Jika merujuk pada rata-rata perolehan poin per seri musim ini, peluang terbuka lebar bagi Veda untuk terus mendulang angka demi angka. Tantangan konsistensi dan adaptasi cepat di sisa sirkuit bakal menjadi kunci utama bagi Veda Ega Pratama untuk mengunci poin maksimal sebelum tirai musim 2026 resmi ditutup.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang