Bek andalan Calvin Verdonk baru saja membagikan kisah sukses luar biasa di balik keberhasilan Timnas Indonesia menaklukkan panggung FIFA ASEAN Cup 2026. Momen membanggakan tersebut diungkapkannya langsung di hadapan media dalam sesi jumpa pers menjelang duel ketat Ligue 1 antara LOSC Lille versus Le Havre yang menyita perhatian publik sepak bola Eropa.

Pemain berusia 27 tahun itu mengakui bahwa euforia pesta juara di Asia Tenggara harus segera dipinggirkan demi profesionalisme tingkat tinggi di level klub. Tidak ada waktu bersantai terlalu lama bagi sang bek sayap kiri usai mengangkat trofi bergengsi bersama skuad Garuda menyusul kemenangan krusial atas Thailand di partai puncak turnamen regional tersebut.

Tantangan fisik yang masif langsung menghadang setibanya ia meninggalkan Asia untuk kembali memperkuat klubnya di Prancis. Demi mengatasi ancaman jet lag yang bisa merusak performa di atas lapangan, Verdonk secara disiplin mengatur pola istirahat serta menyesuaikan diri dengan zona waktu Eropa sejak dalam penerbangan panjang.

Beruntungnya, proses adaptasi tersebut berjalan mulus berkat dukungan penuh dari staf kepelatihan klub yang sigap membantu program pemulihan kebugarannya. Kehadiran Veronks dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa ia diprediksi bakal kembali menjadi pilihan utama di lini belakang tim.

Saat ini, posisi LOSC Lille sendiri tengah kukuh di papan atas dengan menempati peringkat keempat klasemen sementara Ligue 1 mengantongi 10 poin dari lima laga. Sebaliknya, sang tamu Le Havre datang ke Stadion Pierre-Mauroy dengan status juru kunci yang baru mengoleksi dua poin saja musim ini.