Duel penuh taktik tersaji saat Como menjamu AS Roma dalam lanjutan kompetisi Serie A yang berkesudahan tanpa gol. Di luar dugaan banyak pengamat, pertandingan dua tim dengan filosofi menyerang ini justru menjadi laga 0-0 pertama di liga musim ini setelah melewati 53 pertandingan selalu tercipta gol. Atmosfer Stadion Giuseppe Sinigaglia bergemuruh sepanjang 90 menit dengan intensitas tinggi yang diperagakan kedua kesebelasan.

Pelatih Cesc Fabregas membeberkan bahwa timnya banyak belajar dari cara Inter Milan saat meredam taktik pelatih lawan. Menurutnya, keberanian meladeni permainan terbuka adalah kunci utama jika tidak ingin tergulung oleh tekanan sang lawan. Meski tampil dominan sejak menit awal, juru taktik muda tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya usai anak asuhnya gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain di atas lapangan.

Pertandingan sendiri berjalan keras dan diwarnai sejumlah insiden krusial yang menyita perhatian publik tribun. Salah satu momen paling disorot adalah kartu merah langsung yang diterima pemain lawan di babak kedua akibat tekel keras yang membahayakan engkel pemain tuan rumah. Sayangnya, keuntungan penambahan personel gagal dikonversi menjadi gol kemenangan karena aliran bola dinilai terlalu lambat dan kurang sabar dalam membongkar lini pertahanan terakhir.

Hasil imbang kacamata ini memperpanjang catatan positif pertahanan skuad asuhan Fabregas yang sukses meredam potensi serangan balik cepat lawan. Di sisi lain, tambahan satu angka ini tetap disyukuri mengingat proses adaptasi skuad muda Como yang masih terus berkembang di kasta tertinggi Liga Italia. Evaluasi mendalam langsung dicanangkan sang pelatih demi mempertajam penyelesaian akhir pada laga-laga tandang maupun kandang selanjutnya.