Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah timnya harus bermain imbang tanpa gol melawan Como. Duel ketat di Serie A tersebut mendadak rusak akibat kartu merah langsung yang diterima oleh penyerang mereka, Donyell Malen, di babak kedua. Insiden ini memaksa Serigala Ibu Kota tampil dengan sepuluh pemain selama lebih dari 30 menit pertandingan.
Gasperini dengan tegas membela anak asuhnya dan menyebut sang striker sama sekali tidak memiliki niat untuk melukai lawannya. Ia bahkan melancarkan kritik tajam kepada televisi yang gemar memperlambat rekaman menggunakan teknologi cuplikan gambar beku. Menurutnya, sepak bola adalah sebuah aksi nyata di atas lapangan hijau, bukan sekadar potongan gambar statis yang sengaja dibesar-besarkan untuk mencari kesalahan pemain.
Di tengah situasi pelik tersebut, performa Paulo Dybala justru mendapat pujian setinggi langit dari sang allenatore. Pemain asal Argentina itu dinilai mampu menjadi motor penggerak tim yang cerdas, menjaga penguasaan bola, serta membuka ruang di antara lini pertahanan lawan meskipun timnya tengah berada di bawah tekanan besar akibat kekalahan jumlah pemain.
Selain masalah kartu merah, Roma juga harus memutar otak menyusul cedera kiper utama yang membuat kiper pengganti harus turun gunung setelah dua tahun absen di liga domestik. Beruntung, sang penjaga gawang pengganti mampu tampil tenang dan mengamankan lini belakang Giallorossi. Kini, ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata dengan laga sengit di kompetisi Eropa menghadapi Real Madrid di Stadio Olimpico.
Menatap duel akbar tersebut, juru taktik berpengalaman ini mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki oleh Los Blancos di bawah bayang-bayang memori indah era kepelatihan sebelumnya. Meski demikian, ia tetap menaruh keyakinan penuh pada semangat juang dan determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh skuad asuhannya saat ini dalam mengarungi ketatnya kompetisi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang