Cristian Chivu menegaskan Inter Milan tidak datang ke Santiago Bernabéu sekadar untuk bertahan. Pelatih asal Rumania itu ingin pasukannya menulis lembaran penting dalam sejarah klub saat menghadapi Real Madrid di laga pembuka Liga Champions.
"Kami memiliki kewajiban untuk menulis halaman penting dalam sejarah klub ini," ujar Chivu dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari Football Italia. "Dalam beberapa tahun terakhir, klub ini telah mencapai standar penting, dan kami harus menulis halaman lain dari sejarahnya."
Laga di Bernabéu membawa nostalgia tersendiri bagi Inter. Pada 2010, José Mourinho membawa Nerazzurri meraih kemenangan legendaris di stadion yang sama. Kini, Mourinho kembali ke Madrid sebagai pelatih, sementara Chivu yang dulu menjadi bagian dari skuad treble itu kini berdiri di garis terdepan sebagai arsitek tim.
Meski memiliki hubungan emosional dengan Mourinho, Chivu menegaskan bahwa filosofi sepak bolanya dibangun secara mandiri. "Saya tidak pernah meniru siapa pun," tegasnya. "Saya punya ide sendiri tentang sepak bola, dibangun sebagai pemain dan selama bertahun-tahun di sektor muda, di mana saya bisa bereksperimen dengan hal-hal yang membantu saya saat ini."
Tantangan berat menanti Inter. Mereka belum pernah menang di Bernabéu selama enam dekade. Chivu menyadari sulitnya misi ini, tetapi ia tidak ingin timnya kehilangan jati diri. "Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter menang di sini," ujarnya. "Banyak tim kesulitan menang di sini. Kami akan melakukan yang terbaik, tetapi tanpa mengubah siapa kami. Kami ingin dominan, ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara sempurna untuk menghadapi Real Madrid."
Chivu juga menyinggung pentingnya peran seluruh skuad, bukan hanya pemain inti. "Bukan penting siapa yang menjadi starter, tetapi 16 pemain yang memiliki kesempatan berkontribusi dalam pertandingan," katanya. "Apa yang terjadi dalam tiga pertandingan liga pertama adalah buktinya. Besok Anda akan melihat pilihan saya."
Inter memiliki pengalaman cukup di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, tetapi Chivu tahu tidak ada ruang untuk berpuas diri. "Dalam dua edisi terakhir, kami semua memahami poin yang dibutuhkan untuk finis di delapan besar. Kami juga memahami apa artinya tidak lolos. Playoff adalah pertandingan yang rumit; kemenangan di Liga Champions tidak pernah dijamin."
Menutup sesi, Chivu memberikan dukungan kepada Mourinho yang menurutnya akan sukses di Real Madrid. "Awal musim tidak pernah sederhana, dan ini masih awal," ujarnya. "Mereka kalah di laga terakhir tetapi tidak pantas kalah. Mereka memiliki pelatih penting yang tahu bagaimana hal-hal tertentu harus dilakukan dan pemain kelas atas."
Bagi Chivu, pertemuan Selasa ini lebih tentang masa kini daripada nostalgia. Inter datang ke Madrid untuk menunjukkan seberapa jauh mereka telah berkembang dan memulai kampanye Eropa dengan ambisi mencetak sejarah baru.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang