Persaingan sengit Barcelona dan Real Madrid di LaLiga musim ini bertambah panas. Kali ini, rivalitas abadi El Clasico merambah ke dunia mode. Kedua raksasa Spanyol itu kompak merilis jersey ketiga mereka untuk musim 2026-27 dalam waktu yang hampir bersamaan, memicu perdebatan sengit di kalangan fans soal desain mana yang lebih kece.

Barcelona, yang mengumumkan jersey anyarnya pada Selasa (12/8), tampil dengan nuansa retro yang kental. Desainnya terinspirasi dari seragam teal dan turquoise yang dipakai klub pada periode 1995-1997. Jersey ini dilengkapi dengan pola zig-zag dan panel yang tajam, persis seperti desain aslinya yang kini dianggap kultus. Bagi para penggemar setia Blaugrana, jersey ini jelas membangkitkan rasa nostalgia yang dalam.

Musim 1995-96 memang tidak membawa gelar bagi Barcelona. Namun, setahun kemudian, di musim terakhir Sir Bobby Robson menukangi tim, Barcelona berhasil memenangkan tiga trofi domestik dan Eropa. Sukses itu tidak lepas dari performa gemilang Ronaldo Nazário, yang mencetak 47 gol di semua kompetisi dan mengantarkan Barcelona meraih UEFA Cup Winners' Cup, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

Kampanye peluncuran jersey Barça ini pun dibuat menarik, dengan fokus pada para pemain muda yang tumbuh sebagai fans dan kemudian membela klub. Mereka digambarkan sebagai produk asli La Masia yang kini menjadi pembela warna kebanggaan Barcelona.

Sementara itu, Real Madrid memilih pendekatan yang lebih sederhana. Los Blancos merilis jersey ketiga dengan desain bernuansa rose pink yang lembut. Klub menyebut desain ini sebagai penghormatan untuk basis penggemar global mereka yang menembus batas geografis, bahasa, dan budaya. Meski terdengar klise, jersey ini punya daya tarik tersendiri dengan warna pink kapur yang menenangkan, dihiasi pola geometris yang terinspirasi dari kerajinan dan seni Amerika Latin.

Menariknya, ini adalah jersey pink pertama Real Madrid dalam enam tahun terakhir, sejak musim 2020-21. Saat itu, mereka memakai jersey pink saat bermain tandang, namun musim tersebut berakhir tanpa gelar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, di musim terakhir Zinedine Zidane sebagai pelatih. Apakah jersey pink kali ini akan membawa nasib yang lebih baik? Kita tunggu saja.