Malam magis tersaji di Stadion Giuseppe Sinigaglia ketika Como sukses mempermalukan Manchester United dengan skor telak 4-1 di ajang Liga Champions. Di tengah hujan yang membasahi tepi Danau Como, klub asal Italia ini membuktikan lonjakan prestasi luar biasa mereka di bawah arahan pelatih Cesc Fabregas. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren negatif Setan Merah yang kini gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi sejak 2015.
Bintang muda asal Argentina, Nico Paz, menjadi mimpi buruk lini pertahanan tim tamu setelah memborong dua gol dan menyumbangkan satu assist. Gelandang berusia 22 tahun ini tampil begitu percaya diri, mencatatkan sembilan keterlibatan gol dari delapan penampilan terakhirnya musim ini. Konsistensi permainan menyerang yang dibangun Fabregas membuat raksasa Inggris kewalahan sepanjang 90 menit pertandingan, mengukir sejarah baru bagi klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di kasta bawah Liga Italia.
Perjalanan luar biasa Como dari klub amatir Serie D hingga bisa menjamu tim sekelas Manchester United di panggung elite Eropa menarik perhatian dunia sepak bola. Kepala eksekutif klub, Mirwan Suwarso, mengungkapkan bagaimana proyek kepemilikan yang didukung oleh konglomerat asal Indonesia awalnya memiliki rencana berbeda sebelum akhirnya menjelma menjadi kekuatan baru Serie A. Sentuhan magis Fabregas di ruang ganti sukses mengubah wajah tim dalam kurun waktu singkat, membawa klub promosi secara beruntun hingga menembus papan atas.
Di sisi lain, kekalahan telak ini menambah tekanan besar bagi kubu Setan Merah yang harus segera menemukan solusi atas performa buruk mereka di lapangan. Sebaliknya, bagi publik Como, malam bersejarah ini dirayakan dengan penuh suka cita oleh para suporter setia yang telah menemani klub dari masa-masa sulit di liga semi-profesional. Atmosfer stadion yang berlatar keindahan alam Danau Como memberikan warna tersendiri bagi kembalinya klub ini ke jajaran elite sepak bola benua biru.
Meski larut dalam euforia kemenangan terbesar dalam sejarah klub, Fabregas tetap mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas dan tetap membumi. Ujian berikutnya menanti skuad asuhannya untuk menjaga konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa, di tengah pengawasan ketat regulasi keuangan UEFA. Transformasi total yang terjadi di klub ini membuktikan bahwa kerja keras dan visi jangka panjang mampu mengubah takdir sebuah tim medioker menjadi mimpi buruk bagi tim raksasa.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang