Genoa kembali menelan pil pahit di pekan ketiga Serie A. Menjamu Como di Stadio Luigi Ferraris, Rabu (4/9/2026) dini hari WIB, tim tuan rumah dihancurkan dengan skor telak 4-1. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Genoa di awal musim, sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka yang belum pernah mencetak gol dari tiga laga awal.
Padahal, Genoa sempat unggul lebih dulu lewat gol debutan Milutin Osmajic. Namun, keunggulan itu hanya bertahan sebentar. Como, yang diasuh Cesc Fabregas, bangkit dengan luar biasa. Assane Diao mencetak dua gol, sementara Martin Baturina dan Nico Paz melengkapi pesta kemenangan tim tamu. Moise Kean yang baru bergabung musim ini juga mencatatkan assist cerdas untuk salah satu gol Diao.
Kekalahan ini membuat Genoa terpuruk di dasar klasemen sementara Serie A tanpa poin. Sementara itu, Como naik ke peringkat lima besar dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan. Hasil ini tentu menjadi sinyal positif bagi proyek ambisius Fabregas di Como, yang musim panas ini belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad.
Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, mengakui keunggulan lawan. "Como adalah lawan yang paling mengesankan saya sejak saya di Genoa. Mereka berada di level yang berbeda saat ini," ujarnya seusai pertandingan. Pengakuan jujur De Rossi menunjukkan betapa timnya masih jauh dari kata siap bersaing di kasta tertinggi.
Di sisi lain, Fabregas memuji mentalitas anak asuhnya. "Kami menunjukkan kedewasaan dan kekuatan mental ketika bisa bertahan dengan rencana permainan setelah tertinggal. Kami harus menjaga identitas kami dalam setiap situasi," kata pelatih asal Spanyol itu. Ia menilai kemenangan ini adalah buah dari kerja keras tim dan kualitas individu para pemain barunya.
Hasil ini pun menjadi peringatan dini bagi tim-tim lain di Serie A. Como tidak bisa dianggap remeh. Dengan materi pemain yang terus meningkat dan sentuhan taktik Fabregas, mereka berpotensi menjadi kejutan musim ini. Sementara itu, tekanan semakin besar di pundak De Rossi untuk segera membenahi lini pertahanan Genoa yang sangat rapuh.
Berikutnya, Genoa akan menghadapi ujian berat melawan tim papan atas, sementara Como akan mencoba melanjutkan tren positif mereka. Akankah Genoa mampu bangkit dari keterpurukan? Atau justru Como yang semakin menjadi kuda hitam? Kita tunggu saja.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang