Megabintang Cristiano Ronaldo akhirnya membuka suara secara blak-blakan terkait keputusannya meninggalkan pemusatan latihan tim nasional. Dalam unggahan pesan panjang yang menyita perhatian publik sepak bola, kapten Selecao das Quinas itu merasa dikhianati dan dibohongi oleh sang pelatih kepala, Jorge Jesus.

Konflik ini bermula ketika sang pelatih tidak menepati janji terkait rencana menit bermain selama jeda internasional. Ronaldo yang diproyeksikan hanya tampil pada laga tertentu justru diminta melakukan pemanasan tanpa dimainkan saat menghadapi Norwegia. Situasi tersebut memicu ketegangan mendalam di internal skuad hingga berujung pada keputusan sang striker senior untuk mengepak tasnya dan meninggalkan tim.

Dilansir dari CNN Indonesia, pemain berusia 41 tahun itu dengan kesatria menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat Portugal dan rekan-rekan setimnya. Meski mengakui bahwa aksi meninggalkan tim adalah sebuah kesalahan, peraih Ballon d'Or lima kali tersebut menegaskan bahwa integritas dan kejujuran adalah hal utama dalam menjaga hubungan profesional di atas lapangan hijau.

Lebih lanjut, mantan penyerang Real Madrid dan Manchester United itu dengan tegas meminta Federasi Sepak Bola Portugal (PFF) untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap dirinya. Ia merasa posisinya sebagai kapten justru menjadi faktor yang memberatkan sehingga aturan harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu demi kebaikan tim nasional ke depan.

Kendati diwarnai drama kepulangan lebih awal dan ketegangan dengan jajaran pelatih, sang legenda menegaskan bahwa dirinya tetap membuka peluang untuk kembali membela panji negara. Setelah masa skorsing atau sanksi yang dijatuhkan federasi selesai, ia menyatakan kesiapannya untuk kembali berjuang dan mempersembahkan kemenangan bagi publik sepak bola Portugal.