Stadion Olimpico mendadak bergemuruh dalam momen yang menguras emosi ketika kelompok suporter garis keras AS Roma, Curva Sud, memberikan penghormatan khusus kepada mantan pelatih mereka, Jose Mourinho. Pertemuan hangat ini terjadi sebelum laga Champions League antara Real Madrid mempertemukan sang juru taktik dengan memori indahnya di ibu kota Italia. Dilansir dari Football Italia, perwakilan ultras Giallorossi menyerahkan sebuah patung perunggu Serigala Capitoline buatan J. Cuevas tahun 1925 beserta surat cinta yang menyentuh hati sebagai wujud apresiasi mendalam.
Surat tersebut secara khusus menyinggung perpisahan yang terasa menggantung ketika sang pelatih dipecat pada Januari 2024 lalu tanpa kesempatan bagi publik Olimpico mengucapkan salam perpisahan layak. Para suporter menuliskan pesan mendalam bahwa sang pelatih telah mengembalikan martabat, kebanggaan, dan kemampuan untuk kembali bermimpi bagi seluruh pendukung setia. Bagi publik Roma, pencapaian emosional tersebut dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar trofi atau deretan kemenangan di atas lapangan hijau semata.
Gelombang emosi berlanjut ketika seisi stadion meneriakkan namanya dan tribun Curva Sud membentangkan koreografi megah untuk menyambut pria asal Portugal tersebut. Menanggapi sambutan luar biasa dari tribun, sang pelatih membalasnya dengan lambaian tangan serta ciuman jauh ke arah suporter sebelum pertandingan sengit dimulai. Laga itu sendiri berjalan dramatis di mana skuad asuhan sang pelatih sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya bangkit secara luar biasa untuk mengunci kemenangan 4-3 lewat tiga gol di pengujung laga.
Selama menukangi klub ibu kota Italia tersebut, sang pelatih sukses mencatatkan sejarah manis dengan mempersembahkan gelar UEFA Conference League pada tahun 2022 serta membawa tim melaju hingga partai final Europa League setahun berselang. Kenangan manis bersama Giallorossi tampaknya begitu membekas dalam karier panjang sang juru taktik yang dikenal sangat dicintai oleh para pendukung fanatik di berbagai belahan dunia.
Melalui akun media sosial pribadinya, sang pelatih memberikan respons penuh haru atas penghormatan luar biasa yang diberikan oleh publik Olimpico malam itu. Ia menuliskan bahwa momen terindah dalam perjalanan panjang kariernya bukanlah tentang catatan gol atau deretan trofi semata, melainkan luapan emosi tulus yang membuatnya hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada suporter.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang