Nama Cyle Larin sedang menjadi buah bibir di Championship. Striker Southampton ini telah mencetak 17 gol dalam 31 penampilan, dan musim ini ia benar-benar menjelma menjadi momok bagi pertahanan lawan.
Larin memimpin daftar top skor Championship dan menjadi pencetak gol terbanyak di lima liga top Eropa. Meski telah bermain lebih banyak pertandingan dibanding bintang-bintang Premier League dan La Liga, tujuh golnya dalam tujuh laga liga tetap mencuri perhatian. Rata-rata 73 menit per golnya bahkan lebih baik dari Kylian Mbappe (75 menit) dan Erling Haaland (90 menit).
Pelatih Southampton, Tonda Eckert, tak ragu menyebutnya sebagai 'striker terbaik di liga'. Pujian itu bukan isapan jempol belaka, mengingat Championship juga dihuni penyerang kelas atas seperti Jarrod Bowen, Raul Jimenez, dan Mohamed Toure. Penghargaan Pemain Terbaik Championship bulan Agustus pun menjadi bukti pengakuan luas atas performa gemilangnya.
Julukan 'Brampton bagsman' melekat pada Larin, merujuk pada kota kelahirannya di Ontario, Kanada. Ia telah membantu Southampton bangkit dari dasar klasemen dengan minus empat poin ke posisi delapan besar dengan 10 poin. Tanpa pengurangan poin akibat skandal Spygate, Saints akan berada di posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari West Ham.
Perjalanan karier Larin memang penuh liku. Setelah sempat bermain di Amerika Serikat, Turki, Belgia, Spanyol, dan Belanda, ia akhirnya menemukan ritme permainannya di Inggris. Sejak bergabung dengan Southampton pada awal 2026, kontribusinya langsung terasa. Musim lalu, ia mencetak delapan gol dalam 16 laga Championship. Setelah Piala Dunia, di mana ia mencetak dua gol untuk Kanada, Larin kembali ke Inggris dengan performa yang lebih tajam: delapan gol dalam sembilan penampilan di semua kompetisi.
Keberhasilan Larin tak lepas dari dukungan rekan setim. Ia menyebut Finn Azaz dan Leo Scienza sebagai kreator ulung yang telah mencetak lima gol dan enam assist. "Saya tidak bisa melakukan ini tanpa rekan setim," ujarnya kepada BBC Radio Solent. "Mereka berperan besar, dan pelatih juga memberi saya kebebasan untuk bermain bebas di depan."
Secara taktik, Larin adalah tipe 'low touch, high impact'. Ia jarang turun ke lini tengah, lebih memilih menempel bek terakhir dan melakukan lari tajam ke celah. Kecepatannya dalam mengambil posisi membuatnya sulit dijaga, dan penyelesaiannya efisien: 1,23 gol per 90 menit dengan konversi 25%. Hanya Mathias Kvistgaarden (1,27) yang memiliki rasio lebih baik. Dengan 28 tembakan, Larin juga mencatatkan angka impresif.
Mantan gelandang Southampton, Jo Tessem, menilai kualitas Larin yang menonjol. "Ketika Anda punya pemain berkualitas seperti Larin, Anda akan mendapat gol. Ia tampil lebih bugar sekarang," ujarnya. Dengan performa ini, Larin membawa Southampton ke posisi yang mengesankan dan menjadi kandidat kuat promosi ke Premier League.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang