Dunia tinju dihebohkan dengan kontroversi dalam duel antara Chris Billam-Smith menghadapi Cheavon Clarke yang berakhir dengan keputusan wasit. Wasit Lee Every secara mengejutkan menghentikan laga pada ronde ketujuh saat Billam-Smith sebenarnya masih mampu berdiri di atas kedua kakinya meski tampak dalam tekanan hebat. Mantan juara dunia kelas penjelajah tersebut langsung menggelengkan kepala tanda protes keras karena merasa masih sanggup melanjutkan pertarungan setelah sempat dijatuhkan dua kali pada ronde yang sama.
Situasi pelik ini memancing reaksi dari promotor ternama Dana White yang secara terbuka melontarkan kritik terhadap keputusan penghentian dini tersebut. Dilansir dari Sky Sports, bos besar promosi tarung itu sepakat bahwa wasit terlalu terburu-buru melambaikan tangan menghentikan duel. Kendati demikian, White juga menegaskan bahwa hanya sang petinju sendiri yang paling tahu kondisi fisiknya di atas kanvas saat insiden menegangkan itu terjadi.
Di sisi lain, Cheavon Clarke memberikan pembelaan telak atas keputusan wasit yang menyelamatkan jalannya laga dari risiko cedera parah. Clarke menegaskan bahwa lawannya yang juga mantan juara dunia WBO itu sudah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan tidak mampu lagi memberikan blokade sempurna. Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pertarungannya sendiri melawan Jack Massey, di mana ia menilai kondisi Billam-Smith jauh lebih parah dibanding saat dirinya bangkit dari kanvas.
Masa depan karier sang petinju kini berada di persimpangan jalan setelah kekalahan telak yang baru saja ia rasakan di atas ring. Pengamat tinju Sky Sports sekaligus mantan juara dunia, Johnny Nelson, menyoroti evaluasi yang harus segera diambil oleh pelatih Shane McGuigan terkait kebiasaan sang petinju yang kerap menerima terlalu banyak pukulan bersih. Nelson menilai pencapaian karier profesional Billam-Smith sudah berada di titik maksimal, sehingga motivasi serta arah masa depannya kini menjadi tanda tanya besar.
Pertanyaan besar kini tertuju pada langkah selanjutnya apakah sang petinju berniat menuntut duel ulang demi membalaskan dendam atau memilih gantung sarung tangan. Sementara itu, Clarke disarankan untuk terus mendominasi kancah domestik Inggris sebelum memutuskan melangkah ke level dunia yang jauh lebih keras. Persaingan di kelas penjelajah kini semakin memanas dan menuntut pembuktian lanjutan dari para petinju top Britania Raya tersebut.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang