Jelang lawatan krusial ke markas Hearts, manajer Rangers Derek McInnes secara terbuka mengakui dihantui perasaan bersalah dan ketidakadilan. Pelatih berusia 55 tahun itu menyadari sepenuhnya bahwa sambutan panas dan tidak bersahabat dari publik Gorgie sudah menantinya di tepi lapangan hijau dalam lanjutan Liga Skotlandia.

Musim lalu, McInnes sempat membawa Hearts tampil luar biasa dan mendobrak dominasi tradisional di papan atas Liga Skotlandia. Sayangnya, impian merengkuh gelar juara harus kandas di pekan pemungkas usai takluk 1-3 di markas Celtic, sebuah akhir dramatis yang meninggalkan luka mendalam serta rasa penasaran luar biasa bagi seluruh pendukung setia klub.

Situasi semakin rumit karena kepindahannya ke Glasgow pada musim panas turut diikuti oleh pilar penting seperti kapten Lawrence Shankland dan gelandang pekerja keras Cammy Devlin. Dilansir dari Sky Sports, McInnes menyatakan dirinya sama sekali tidak kaget jika suporter tuan rumah meluapkan kekecewaan mendalam atas keputusan transfer kontroversial tersebut.

"Saya sangat menikmati waktu di sana dan tim kami sempat menjadi angin segar bagi sepak bola Skotlandia," kenang McInnes mengenang pencapaian 80 poin musim lalu. Kendati kini berstatus sebagai lawan dan memimpin skuad Ibrox yang tertinggal empat angka di belakang sang pemuncak klasemen, ia tetap menghargai memori indah bersama mantan anak asuhnya.

Kini, ujian mental sesungguhnya tersaji di depan mata ketika McInnes harus mengesampingkan nostalgia masa lalu demi mengamankan tiga poin penuh bagi klub yang ia naungi sekarang. Tekanan di pinggir lapangan dipastikan membakar atmosfer pertandingan, menguji ketenangan sang juru taktik di tengah amarah suporter yang pernah memujanya.