Kabar baik datang bagi pendukung Swiss menjelang lanjutan UEFA Nations League bulan depan. Sang kapten utama, Granit Xhaka, dipastikan bisa kembali memperkuat Skuad La Nati setelah menjalani investigasi serta hukuman akibat skandal sertifikat vaksin Covid-19 palsu yang sempat menghebohkan publik sepak bola.

Sebelumnya, gelandang berpengalaman yang kini memperkuat Sunderland tersebut harus absen dalam sejumlah pertandingan penting di jeda internasional bulan Oktober lalu. Xhaka dan rekan setimnya, Breel Embolo, terpaksa diparkir dari skuad setelah mengakui kepemilikan dokumen palsu yang sempat mereka gunakan untuk keperluan perjalanan dan kompetisi pada tahun 2022.

Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) secara resmi mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa kedua pemain tersebut kini sudah bersih dan tersedia kembali untuk dipilih oleh pelatih Murat Yakin. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi dua laga krusial Grup E melawan Slovenia dan Skotlandia pada pertengahan November mendatang demi mengamankan posisi puncak klasemen sementara.

Direktur Tim Nasional, Pierluigi Tami, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek secara matang, mulai dari proses hukum yang telah selesai hingga konsekuensi sanksi olahraga yang sudah dijalani. Akibat pelanggaran tersebut, Xhaka dan Embolo sebelumnya telah dijatuhi denda masing-masing sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp2,7 Miliar, serta hukuman suspensi dua tahun bersyarat.

Meski sempat tersandung kasus hukum yang cukup pelik, Xhaka yang memegang rekor penampilan terbanyak untuk negaranya dengan 152 caps tidak kehilangan status kapten tim. Namun, pihak SFV menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai ban kapten tetap berada di tangan pelatih Murat Yakin yang akan mengumumkan daftar skuad resminya pada 5 November nanti.