Langkah awal Dewa United Women di kancah Liga Putri Indonesia 2026/2027 memang berbuah manis lewat raihan tiga poin penuh. Namun, kemenangan tipis 1-0 atas Persikad Depok di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu (18/10), sama sekali tidak membuat sang juru taktik jemawa. Evaluasi menyeluruh langsung dicanangkan demi mendongkrak performa tim pada laga-laga berikutnya.

Pelatih Dicky Firasat secara terbuka mengungkapkan bahwa anak asuhnya masih menghadapi kendala krusial terkait proses adaptasi cuaca. Faktor lingkungan ini dinilai sangat memengaruhi ritme permainan di atas lapangan, terutama bagi para legiun asing yang belum sepenuhnya terbiasa dengan atmosfer tropis Indonesia.

"Para pemain perlu beradaptasi di cuaca, terutama untuk pemain asing karena mereka masih bilang kepanasan," ujar Dicky selepas pertandingan usai, memberikan catatan penting bagi kebugaran skuadnya.

Di balik catatan evaluasi tersebut, kompetisi resmi ini diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka yang melahirkan talenta-talenta unggul bagi Timnas Indonesia. Kehadiran liga yang kompetitif dipandang sebagai kebutuhan mendesak untuk mengasah kemampuan individu para srikandi lapangan hijau secara berkesinambungan.

"Banyak potensi sepak bola wanita yang butuh wadah dan kompetisi adalah wadah itu. Semoga turnamen bisa berkembang lebih baik dan bisa menghasilkan pemain untuk Timnas Indonesia," tambah sang pelatih penuh harap.

Sementara itu, kubu lawan datang dengan cerita berbeda. Pelatih Persikad Women, Derris Herdiansyah, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai tumbang di laga perdana akibat minimnya persiapan tim yang berujung pada kekalahan pahit di awal musim.