Persaingan gelar juara Liga Inggris musim ini rupanya sudah mulai kehilangan sengatannya sebelum musim dingin benar-benar tiba. Ketika para penikmat sepak bola berharap akan tersaji drama ketat hingga pekan-pekan pemungkas, Arsenal justru melenggang sendirian di papan atas. Konsistensi luar biasa yang ditunjukkan anak asuh Mikel Arteta membuat rival-rival mereka tampak kesulitan menemukan formula untuk mengimbangi efisiensi permainan Meriam London di atas lapangan hijau.
Jika melirik ke belakang, situasi ini mengingatkan kita pada dominasi masa lalu seperti ketika Chelsea besutan Jose Mourinho melenggang mulus di musim 2014/2015. Namun, armada Meriam London edisi kali ini terasa jauh lebih tangguh dan minim celah. Pertandingan-pertandingan yang sebelumnya kerap berakhir dengan hasil imbang frustrasi pada musim-musim sebelumnya, kini sukses dikonversi menjadi tiga angka krusial. Efisiensi lini belakang yang dikomandoi para pemain bertahan solid membuat mereka begitu sulit ditembus oleh lawan.
Badai cedera yang sempat dikhawatirkan bakal mengganggu kestabilan tim ternyata mampu diatasi dengan sangat baik. Kehilangan pilar utama tidak lagi menjadi persoalan besar karena kedalaman skuad bekerja secara sempurna. Rekrutan anyar langsung padu dengan pakem taktik yang diterapkan, sementara lini tengah tampil beringas dalam memenangkan perebutan bola. Kedisiplinan taktikal ini menegaskan bahwa skuad Meriam London benar-benar berada dalam satu pemahaman yang utuh demi memburu trofi juara.
Di sisi lain, para pesaing terdekat justru sering terpeleset oleh inkonsistensi performa mereka sendiri. Kekalahan demi kekalahan yang diderita tim-tim penghuni papan atas lainnya semakin melapangkan jalan bagi Meriam London untuk terus memperlebar jarak. Tekanan psikologis kini sepenuhnya berada di pundak para pengejar, sementara sang pemuncak klasemen terus meraup kemenangan demi kemenangan penting di setiap akhir pekan.
Dengan catatan kemenangan impresif dalam 14 dari 15 pertandingan terakhir di kompetisi domestik, skuad asuhan Mikel Arteta membuktikan bahwa mereka belajar banyak dari kegagalan musim lalu. Musim dingin yang panjang kini menanti para rival untuk segera bangkit, atau mereka harus rela melihat trofi Liga Inggris melayang ke tangan Meriam London jauh sebelum bulan Mei tiba.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang