Malam penghargaan Ballon d'Or Feminin kembali menghadirkan pertanyaan klasik tentang siapa yang mampu memutus dominasi sepak bola Spanyol di level tertinggi. Gelandang bintang Alexia Putellas dijagokan untuk meraih trofi prestisius ketiganya setelah membawa klubnya menyabet quadruple gemilang, termasuk gelar Liga Champions dan Liga F Spanyol musim lalu.

Dominasi Spanyol tidak hanya terpancar dari level individu, melainkan juga lewat kesuksesan kolektif di level klub dan tim nasional. Skuad Barcelona menjelma sebagai kekuatan paling ditakuti di Eropa dengan menembus tujuh dari delapan final Liga Champions terakhir. Keberhasilan ini semakin dipertegas dengan kontribusi besar dari Putellas yang sukses mengemas 21 gol serta 13 assist sepanjang musim lalu yang sensasional.

Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, bahkan tidak ragu menyebut sang kapten sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola wanita. Dengan enam pemain asal Spanyol yang masuk dalam daftar 30 nomine, peluang trofi ini kembali mendarat di Negeri Matador terbuka sangat lebar dan sulit dihentikan oleh para pesaing lainnya.

Meski demikian, sejumlah bintang dari kompetisi Liga Super Wanita tetap menyimpan ambisi besar untuk menjegal langkah sang unggulan utama. Penyerang Manchester City, Khadija Shaw, masuk dalam radar kuat setelah tampil sebagai mesin gol mematikan di kompetisi domestik. Ketajamannya di lini depan membuatnya menjadi salah satu ancaman nyata bagi hegemoni Spanyol dalam malam penghargaan kali ini.

Selain Shaw, nama-nama besar seperti penyerang Arsenal Alessia Russo juga turut bersaing ketat setelah menunjukkan performa impresif di panggung Eropa. Persaingan ketat ini membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola wanita mulai menunjukkan celah persaingan yang menarik di antara para bintang lapangan hijau dunia.