Aroma ketegangan langsung menyeruak di Paris ketika Putri Kusuma Wardani harus memeras keringat selama 57 menit penuh untuk mengamankan tiket babak berikutnya. Perjuangan tunggal putri Indonesia ini di French Open 2026 benar-benar menguji jantung para pendukung setia di Tanah Air setelah melalui duel tiga gim yang sangat melelahkan melawan wakil lawan, Devika Sihag.

Gim pertama sempat berjalan mulus bagi wakil Indonesia tersebut. Tampil menekan sejak awal, ia langsung memegang kendali penuh permainan dan mengunci kemenangan telak 21-9. Dominasi mutlak terlihat ketika ia melesat jauh meninggalkan perolehan angka sang lawan tanpa memberikan celah berarti di paruh awal pertandingan.

Namun, angin berbalik arah pada gim kedua ketika Devika Sihag bangkit memberikan perlawanan sengit. Tekanan demi tekanan membuat wakil Merah Putih keteteran hingga harus menyerah 16-21, memaksa pertandingan dilanjutkan ke rubber game penentuan yang sarat akan ketegangan emosional.

Puncak drama tersaji pada gim ketiga ketika Devika Sihag sempat memimpin jauh dalam posisi kritis 16-11. Beruntung, mentalitas baja mampu ditunjukkan di poin-poin krusial melalui kebangkitan fantastis hingga skor sempat imbang ketat 19-19 dan berlanjut ke setting.

Sebuah netting silang akurat yang membuat lawan mati langkah akhirnya menjadi penentu kemenangan dramatis 22-20. Hasil manis ini menjaga asa besar kontingen Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan mendulang prestasi gemilang di kancah turnamen elite Eropa tersebut.