Kursi kepelatihan Manchester United kembali berada dalam bayang-bayang ketidakpastian. Di tengah performa tim yang belum stabil di bawah kendalian Michael Carrick, nama Eddie Howe mendadak mencuat sebagai salah satu kandidat kuat juru taktik baru jika manajemen memutuskan untuk melakukan pergantian di Old Trafford.

Dilansir dari BBC Sport, rekam jejak Howe selama menangani Bournemouth hingga membawa Newcastle United menembus Liga Champions serta meraih trofi Piala Liga memang sangat mengesankan. Pelatih berusia 48 tahun ini dikenal memiliki etos kerja luar biasa di tempat latihan serta kepiawaian dalam membangun kultur pemenang yang sangat dibutuhkan oleh klub sebesar Setan Merah saat ini.

Kendati demikian, rumor merapatnya Howe tidak sepenuhnya disambut hangat oleh publik tribun. Sebagian suporter hingga legenda klub seperti Paul Scholes dan Nicky Butt sempat melontarkan keraguan, mempertanyakan apakah kapasitas sang pelatih sudah cukup besar untuk menakhodai klub raksasa sekelas Manchester United. Sebaliknya, figur seperti Roy Keane justru memberikan dukungan penuh agar ia diberi kesempatan.

Dari aspek finansial, klub peminat tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena klausul kompensasi Howe dengan Newcastle dikabarkan terus menurun seiring berjalannya waktu dan diprediksi hanya bernilai maksimal sekitar Rp60 Juta hingga menembus angka sekitar Rp60 Miliar. Kendati nilai tersebut tergolong kecil di era sepak bola modern, manajemen petinggi klub tetap harus memperhitungkan biaya pesangon staf pelatih saat ini.

Tantangan terbesar lainnya terletak pada struktur operasional klub. Semasa di klub-klub sebelumnya, Howe memiliki andil besar dalam urusan perekrutan pemain. Di Old Trafford, ia harus siap berbagi wewenang dengan jajaran direksi olahraga yang dipimpin oleh para petinggi klub, meski rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia pernah bekerja berdampingan dengan direktur teknik di masa lalu.