Aksi klinis dari Eddie Nketiah sukses menyelamatkan Crystal Palace melangkah mulus ke babak perempat final Carabao Cup. Bertandang ke markas Fulham di Craven Cottage, The Eagles sukses memetik kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal penyerang tajam tersebut pada babak pertama. Kemenangan krusial ini tidak hanya sekadar membawa tim lolos ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi angin segar yang meredakan tekanan besar di pundak sang pelatih.

Dilansir dari Sky Sports, jalannya pertandingan sebenarnya dikuasai sepenuhnya oleh tuan rumah sejak menit awal. Fulham bahkan sempat membuang sejumlah peluang emas melalui aksi Tete dan Robinson yang gagal dikonversi menjadi gol. Namun, efektivitas menjadi pembeda di lapangan ketika tim tamu justru mampu memecah kebuntuan lewat tembakan tepat sasaran pertama mereka pada menit ke-37. Berawal dari pergerakan cepat Oscar Mingueza di sisi kanan lapangan, umpan matang berhasil dikirimkan ke kotak penalti.

Umpan terukur tersebut langsung disambar oleh Nketiah lewat sentuhan cerdik yang mengecoh lini belakang lawan dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini sekaligus menandai momen krusial dalam pertandingan, mengingat itu adalah sentuhan ke-10 sang striker sepanjang babak pertama. Tertinggal satu gol membuat intensitas serangan tuan rumah semakin meningkat selepas turun minum demi mengejar ketertinggalan di depan pendukung sendiri.

Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh anak asuh tuan rumah sepanjang paruh kedua pertandingan. Alex Iwobi nyaris mencetak gol penyama kedudukan ketika memanfaatkan situasi sepak pojok, namun penyelamatan gemilang secara reflex menggunakan kaki dilakukan oleh Dean Henderson di bawah mistar gawang. Ketangguhan kiper tim tamu kembali diuji jelang pertandingan bubar ketika menepis sundulan berbahaya dari Gonzalo Garcia.

Meski sempat nyaris menambah keunggulan lewat peluang emas Daichi Kamada yang melebar di menit-menit akhir, keunggulan tipis satu gol tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil positif ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad asuhan Pierre Sage untuk menghadapi ketatnya kompetisi domestik berikutnya dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi.